Biden, Harris desak vaksinasi karena AS tampak meleset dari target

id Presiden Joe Biden ,Wakil Presiden Kamala Harris,vaksinasi COVID-19,vaksin virus corona

Biden, Harris desak vaksinasi karena AS tampak meleset dari target

Sejumlah warga mengantre untuk menerima vaksin COVID-19 di lokasi yang telah diubah menjadi pusat vaksinasi massal di New York City, New York, AS (2/3/20210. ANTARA FOTO/REUTERS/Mike Segar/aww.

Washington (ANTARA) - Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris pada Jumat (18/6) mendesak warga Amerika Serikat agar disuntik vaksin COVID-19, karena negara itu tampaknya akan meleset dari target 70 persen orang dewasa pada 4 Juli sudah harus menerima satu dosis vaksin.

"Bertindak sekarang, bertindak sekarang," kata Biden dalam sambutannya di Gedung Putih. Ia mendesak mereka yang tidak divaksin untuk berbicara dengan keluarga dan teman-teman mereka yang telah divaksin.

Kematian dan rawat inap berkurang drastis di tempat-tempat orang mendapatkan vaksinasi, tetapi tidak di daerah lain, kata Biden.

"Angka kematian dan rawat inap benar-benar meningkat di beberapa tempat."

Pada kecepatan saat ini, Amerika Serikat tampaknya tidak mungkin mencapai tujuan Biden agar 70 persen orang dewasa menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-19 pada 4 Juli --Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.

Pada Jumat, sekitar 65,1 persen orang di AS telah mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin COVID-19. Angka itu telah meningkat kurang dari satu poin persentase selama dua minggu terakhir.

Untuk mencapai target, AS harus membukukan kecepatan laju vaksinasi lebih dari dua kali lipat selama dua minggu ke depan.

Gedung Putih belum berkomentar tentang kemungkinan kehilangan target 70 persen orang dewasa harus menerima satu dosis vaksin pada 4 Juli.

Saat ini, hanya 15 negara bagian dan Washington, D.C. yang telah mencapai tingkat itu.

Data pemerintah AS juga menunjukkan kesenjangan politik. Negara-negara bagian yang dimenangkan oleh mantan Presiden Donald Trump tertinggal jauh di belakang dalam tingkat vaksinasi daripada yang dimenangkan oleh Biden.

“Ketika Anda mendapatkan vaksin untuk diri Anda sendiri, itu berarti Anda tidak mungkin menularkannya kepada orang lain secara umum karena Anda kemungkinan tidak akan terkena COVID,” kata Harris di Gereja Baptis Ebenezer, yang terkenal di Atlanta.

"Bukankah itu perpanjangan dari kasih kepada sesamamu?" katanya, yang ditanggapi oleh beberapa hadirin, "Amin!"

Amerika Serikat telah memberikan 300 juta vaksinasi COVID-19 dalam 150 hari, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pada  Jumat menjelang pidato Biden.

Ibu Negara Jill Biden dan pejabat lainnya telah meningkatkan gaya kampanye untuk mendorong lebih banyak orang Amerika agar mau divaksin. Mereka tampil di publik serta menggunakan wawancara media lokal dan iklan untuk menghilangkan kekhawatiran yang masih ada.

Para pejabat mengatakan dorongan Biden untuk mempercepat vaksinasi sejak menjabat pada Januari membuahkan hasil. Kasus COVID-19, rawat inap, dan kematian turun ke level terendah sejak pandemi mulai muncul pada awal 2020.

Awal pekan ini, Amerika Serikat menandai tonggak sejarah yang suram, melampaui 600.000 kematian akibat COVID-19.

Jumlah kematian AS tetap yang tertinggi di dunia, meskipun negara-negara lain, termasuk Brazil, Inggris, dan Rusia, memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi dari ukuran populasi mereka.

Lembar fakta Gedung Putih mengatakan jumlah kematian COVID-19 telah menurun 90 persen sejak Biden menjabat pada Januari, ketika lebih dari 3.300 orang Amerika meninggal setiap hari. Penurunan angka itu menyoroti keuntungan besar dalam ekonomi ketika orang kembali bekerja.

Lebih dari 175 juta orang Amerika telah menerima setidaknya satu suntikan, dan 55 persen orang dewasa telah divaksinasi penuh.

Sumber : Reuters

Baca juga: White House gandeng "dating apps" dorong program vaksinasi COVID-19

Baca juga: AS beli lagi 200 juta dosis vaksin COVID-19 Moderna

Baca juga: New York mulai vaksinasi COVID-19 untuk remaja


 

Wamenkes: Percepatan vaksinasi guna menekan penyebaran kasus COVID-19


Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar