Wisma atlet palembang rawat 83 kasus positif COVID-19

id COVID-19 sumsel,bor sumsel,wisma atlet sumsel,kasus aktif sumsel,dinkes sumsel,kasus positif sumsel,wisma atlet jakabaring

Wisma atlet palembang rawat 83 kasus positif COVID-19

Petugas membersihkan halaman rumah sehat COVID-19 wisma atlet tower 8, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (12/5/2021). ANTARA/Nova Wahyudi.

Palembang (ANTARA) - Wisma Atlet Jakabaring Kota Palembang merawat 83 orang terkonfirmasi positif COVID-19 sejak dioperasikan menjadi tempat isolasi selama tiga pekan terakhir dengan okupansi tempat tidur masih di bawah 40 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan Lesty Nuraini, Selasa, mengatakan sebanyak 58 orang di antaranya telah selesai isolasi, empat orang dirujuk ke rumah sakit dan 21 orang masih dirawat hingga saat ini.

"Sebanyak 36 kamar masih kosong dari 55 kamar yang disediakan," ujarnya.

Kasus-kasus yang masih dalam perawatan tersebut dari kalangan ASN, karyawan, wiraswasta, mahasiswa, pedagang, petani dan ibu rumah tangga.

Lesty menjelaskan para pasien yang masuk ke Wisma Atlet Palembang berasal baik dari kontak erat maupun hasil deteksi tes usap dalam keperluan perjalanan, para pasien umumnya tidak mengalami gejala.

Para pasien menjalani isolasi dengan terapi pemberian vitamin, melakukan olahraga agar semangat dan imunitas meningkat, tidak menggunakan pendingin ruangan selama proses isolasi serta selalu dalam pengawasan dokter.

"Gizi mereka juga dijamin terpenuhi selama isolasi," kata dia.

Sementara per 14 Juni 2021, total kasus positif COVID-19 di Sumsel yang masih aktif berjumlah 1.365 orang, sebanyak 309 orang di antaranya mendapat perawatan klinis di 17 kabupaten/kota dengan presentase keterisian tempat tidur rumah sakit (BOR) mencapai 43 persen.

Baca juga: Kepala daerah zona hijau di Sumsel bisa buka sekolah tatap muka

Baca juga: Mendagri beri sinyal Sumsel siapkan Wisma Atlet untuk isolasi COVID-19

Baca juga: 56 TKI jalani karantina di Wisma Atlet Jakabaring Palembang

Pewarta : Aziz Munajar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar