Gubernur Jatim: Bentuk Satgas COVID-19 di setiap sekolah

id gubernur jatim,dinas pendidikan jatim,sekolah tatap muka,satgas sekolah

Gubernur Jatim: Bentuk Satgas COVID-19 di setiap sekolah

Petugas memberikan "hand sanitizer" pada siswa sekolah menengah atas (SMA) sebelum masuk ke ruang kelas untuk mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di SMA Negeri 3 Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (6/4/2021). (ANTARA FOTO/SYAIFUL ARIF)

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau bagi pembentukan Tim Satgas COVID-19 di setiap sekolah menjelang pembelajaran tatap muka yang direncanakan mulai Juli 2021.

"Guru dan murid harus masuk di dalam tim satgas," katanya di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Senin.

Pembentukan tim satgas, kata dia, diharapkan untuk semua sekolah baik tingkat SMA, SMK ataupun SLB se-Jatim.

Menurut Khofifah, jika tak ada satgas di sekolah maka dikhawatirkan guru kesulitan menertibkan disiplin protokol kesehatan COVID-19.

Tim satgas diminta menertibkan protokol kesehatan, mengecek jadwal penyemprotan desinfektan di sekolah dan kelas, stok masker untuk yang lupa membawa masker, memastikan tak ada kerumunan, jaga jarak dan lainnya.

Sementara itu, kegiatan pembelajaran tatap muka tahun ini berseiring dengan kebijakan pemerintah pusat yang menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

Masing-masing ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri pada 30 Maret 2021.

Di dalam SKB disebutkan bahwa pembelajaran tatap muka secara terbatas bisa dimulai pada Juli 2021, mulai jenjang PAUD, pendidikan dasar, pendidikan menengah, hingga perguruan tinggi.

Belajar tatap muka terbatas bakal dimulai setelah guru dan tenaga pendidikan disuntik vaksin COVID-19.

Gubernur berharap segala sesuatu dipersiapkan, mulai dari vaksinasi guru SMA, SMK, dan SLB selesai 100 persen, protokol kesehatan dijalankan ketat, serta memperhatikan jam belajar hingga jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, hingga saat ini 38 bupati/wali kota sudah memberikan rekomendasi untuk SMA, SMK dan SLB yang siap melakukan pembelajaran tatap muka.

Sesuai arahan Mendikbud, lanjut dia, telah direkomendasikan sekolah tatap muka mulai Januari 2021 dan diharapkan pada Juni 2021 seluruh Indonesia sudah melakukan dengan target semua guru telah divaksin.

Baca juga: BI Jatim-ACT bantu pembelajaran siswa saat COVID-19

Baca juga: SMAN 2 Nganjuk jadi referensi pembelajaran tatap muka di Jatim

Baca juga: Keluarga guru positif, enam SMA/SMK di Bondowoso-Situbondo ditutup

Baca juga: Legislator Jatim minta diknas terapkan protokol kesehatan sekolah

Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar