Cara unik Dirlantas pastikan penyekatan perbatasan Sumatera Barat

id Polda Sumbar,penyekatan,Idul Fitri,Sumbar

Cara unik Dirlantas pastikan penyekatan perbatasan Sumatera Barat

Dokumentasi petugas memberhentikan kendaraan dari arah Riau saat melintas di pos penyekatan perbatasan provinsi, di Pangkalan, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat, Minggu (9/5/2021). Pemrov Sumbar bersama petugas gabungan menyekat sembilan titik di pintu masuk ke provinsi itu, terutama pintu masuk dari zona merah Covid-19. ANTARA/Iggoy El Fitra

Padang, (ANTARA) - Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Komisaris Besar Polisi Yofie Girianto Putro, saat Ramadhan 1442 Hijriah memiliki tugas cukup berat pada Operasi Ketupat Singgalang 2021. Operasi ini diselingi penyekatan wilayah perbatasan setelah ada aturan pelarangan mudik oleh pemerintah mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Pelaksanaan operasi sendiri diawali dari pemaparan rencana Operasi Ketupat Singgalang di hadapan Kepala Polda Sumatera Barat, Inspektur Jenderal Polisi Toni Harmanto, beserta Forkopimda yang digelar di Ruang Rapat Hoegeng, Markas Polda Sumatera Barat, Padang, Kamis (22/4).

Dalam rapat itu Putro memaparkan 10 titik pos penyekatan di wilayah perbatasan Sumatera Barat dengan provinsi tetangga. Petugas yang bertugas di sana akan meminta seluruh kendaraan yang tidak mengantongi surat izin masuk ke Sumatera Barat saat aturan larangan mudik.

Adapun 10 pos itu di Kabupaten Pasaman Pos Sekat Muaro Cubadak, Kecamatan Rao perbatasan dengan Sumatra Utara. Kemudian Pos Sekat Mapattunggul, Kecamatan Mapat Tunggul berbatasan dengan Provinsi Riau.

Baca juga: Polisi pastikan tidak ada kendaraan menerobos masuk ke Sumbar

Selanjutnya di Kabupaten Pasaman Barat, Pos Sekat Provinsi (Kampung Baru, Nagari Bantahan, Kecamatan Rabat). Setelah itu Kabupaten Limapuluh Kota yakni Pos Sekat Pangkalan berbatasan dengan Provinsi Riau.

Kabupaten Pesisir Selatan yakni Pos Sekat Silaut, Kecamatan Silaut berbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko. Pos Sekat Sako, Kecamatan Rahul Tapan berbatasan dengan Provinsi Jambi, Kabupaten dan Kota Madya Sungai Penuh Kerinci.

Kabupaten Sijunjung Pos Sekat JTO Kamang perbatasan dengan Provinsi Riau. Kabupaten Solok Selatan yakni Pos Sekat Provinsi Kubang Gajah Perbatasan dengan Kabupaten Solok Selatan dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Terakhir dia Kabupaten Dharmasraya yakni Pos Sekat Simalidu berbatasan dengan Provinsi Jambi dan Pos Sekat Sungai Rumbai berbatasan dengan Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi.

Sebanyak 10 pos perbatasan tergabung dalam 57 pos yang didirikan Polda Sumatera Barat dalam Operasi Ketupat Singgalang 2021. Operasi Ketupat Singgalang 2021 selain untuk mengatur tertibnya lalu lintas saat Idul Fitri juga fokus mengantisipasi penyebaran pandemi Covid-19 dengan melakukan imbauan, sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan kepada masyarakat di sana.

Baca juga: Arus kendaraan di posko penyekatan perbatasan Sumbar-Sumut masih sepi

Sementara di pos perbatasan, petugas akan memeriksa setiap kendaraan yang akan masuk Sumatera Barat. Apabila memiliki izin masuk ke Sumatera Barat akan diperbolehkan masuk sementara yang tidak mengantongi akan diminta putar balik ke daerah semula.

Dalam pelaksanaannya, tentu dilakukan pantauan dan pengawasan serta kesiapan anggota di pos yang berada cukup jauh dari pusat pemerintahan itu. Sebut saja pos perbatasan di Silaut yang berbatasan dengan Bengkulu berjarak sekitar 400 kilometer dari Kota Padang.

Untuk memastikan hal itu, Girianto mendatangi pos itu. Kunjungan kali ini agak berbeda karena turing sepeda motor dan dalam kondisi berpuasa. Ia menunggangi motor BMW R1200 GS keluaran 2007 bersama enam motor PJR lain bertolak ke wilayah perbatasan dengan jarak tempuh sepanjang 400 kilometer dari ibu kota provinsi.

Turing di saat berpuasa dalam kondisi cuaca panas terik kemudian hujan deras diiringi petir menjadi tantangan tersendiri dalam perjalanan menuju lokasi tersebut. Hal itu tidak menyurutkan niat dirinya bersama jajaran Ditlantas Polda Sumatera Barat mendatangi langsung pos perbatasan.

Setelah menjalani perjalanan yang cukup panjang di bawah terik matahari dan mampir di setiap pos pengamanan dan pelayanan yang ada di sepanjang jalur tersebut akhirnya rombongan sampai di pos penyekatan.

Sesampai di sana langsung dia rapat dengan petugas yang berjaga di pos itu untuk menyerap aspirasi terkait situasi dan kondisi di sana. Selain itu dia memberikan arahan dan motivasi kepada petugas agar tetap semangat dalam menjaga wilayah perbatasan.

Baca juga: Gubernur Sumbar ingatkan warga tidak berwisata selama pandemi COVID-19

Setelah melakukan rapat, dia melakukan panggilan video dengan Harmanto yang disaksikan petugas pos perbatasan memberikan laporan secara langsung. Melalui panggilan itu dia menyaksikan langsung kondisi pos perbatasan dan memberikan semangat serta arahan kepada personel di lapangan.

"Kami minta petugas terus bersemangat dalam menjalankan tugas di perbatasan. Kunci kita menang dalam masa pandemi ini ada di perbatasan, jika lengah maka penyebaran Covid-19 bisa meningkat," kata dia.

Selepas itu rombongan memberikan paket untuk personel di lapangan sebagai penyemangat dalam menjaga wilayah perbatasan dari pemudik yang ingin melintas.

Tak hanya perbatasan Bengkulu, Dirlantas Polda Sumatera Barat bersama jajaran juga melakukan tur sepeda motor ke pos perbatasan di Kabupaten Solok Selatan yang berbatasan dengan Kerinci, Provinsi Jambi.

Rombongan tur sepeda motor ini harus menyusuri terjalnya pendakian jalur Padang menuju Solok. Kemudian melintasi hamparan kebun teh di Alahan Panjang nan dingin aduhai. Selain hawa sejuk tentu pemandangan alam indah terhampar di jalur tersebut hingga Kabupaten Solok Selatan.

Sesampai di Solok Selatan, rombongan berhenti di kawasan Saribu Rumah Gadang di Solok Selatan untuk melihat kondisi Kampung Tertib Lalu Lintas serta menyapa warga yang ada di sana.

Setelah melepas penat, rombongan akhirnya melanjutkan perjalanan ke pos perbatasan dan bertemu personel gabungan yang bertugas di sana.

Baca juga: Ribuan orang jalani sanksi sosial di Sumbar karena langgar prokes

Ketika menyelesaikan kunjungan, Putro serta rombongan kembali menunggangi motor mereka dan pulang ke Padang menyusuri jalur yang telah mereka lalui sebelumnya.

"Kami mengunjungi pos perbatasan untuk melihat kondisi personel yang bertugas serta kesiapan mereka dalam menyekat wilayah perbatasan. Kami memberikan dukungan kepada mereka dalam bertugas serta arahan agar sukses menjalankan tugas hingga akhir Operasi Ketupat Singgalang nantinya," kata dia.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat, Komisaris Besar Polisi Satake Bayu, mengatakan peran petugas di pos perbatasan sangat vital dalam mengantisipasi pemudik masuk.

Hal ini tentu menjadi perhatian tersendiri bagi Polda Sumatera Barat memastikan personel tetap semangat dan disiplin dalam menjalankan tugas di lapangan.

"Hingga hari kedelapan penyekatan Polda Sumatera Barat mencatat ada 1.573 kendaraan yang membawa 8.023 penumpang yang disuruh putar balik saat larangan aturan mudik di pos perbatasan," kata dia.


Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar