Menteri: Kewirausahaan-inovasi jadi tulang punggung kemajuan ekonomi

id Menristek,Bambang ps brpdjonegoro

Menteri: Kewirausahaan-inovasi jadi tulang punggung kemajuan ekonomi

Menkumham RI Yasonna Laoly memaparkan visi Alumnas saat pengukuhan kepengurusan Alumnas periode 2021-2026 di Distrik 1 Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (8/4). ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan kewirausahaan dan inovasi harus dijadikan sebagai tulang punggung kemajuan ekonomi Indonesia.

"Mari kita angkat sumber daya alam Indonesia menjadi sesuatu yang much more valuable dan value-added semaksimal mungkin agar menjadi produk yang memiliki daya saing bagi Indonesia. Harus ada kebaruan dan inovasi yang dilahirkan agar memiliki ekonomi yang kuat. Kita harus dorong agar semangat inovasi dan entrepreneur (wirausaha) bisa menjadi backbone dari ekonomi maju Indonesia,” kata Menristek Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat.

Inovasi dan kewirausahaan dapat menjadi kunci untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah menjadi negara ekonomi maju.

Hal itu disampaikan Menteri Bambang dalam acara pelantikan pengurus Alumni Amerika Serikat (Alumnas), yang mengusung tema "Advancing the Nation".

Alumnas disahkan sebagai perkumpulan alumni oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada Januari 2021. Alumnas didirikan pertama kali pada 1981 sebagai wadah bagi para lulusan perguruan tinggi Amerika Serikat. Sebelumnya kepempinan Alumnas dipegang oleh Hasan Soedjono dan Jimmy Gani.

Menristek/Kepala BRIN yang didaulat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasehat Internasional Alumnas menuturkan Indonesia harus mempunyai mimpi besar sebagaimana Amerika yang memiliki "American Dream". Anggota Alumnas harus menjadi agen perubahan dengan terus berinovasi untuk menjadikan Indonesia Emas Tahun 2045.

"'American Dream merupakan suatu sikap yang membawa Amerika menjadi negara adidaya seperti sekarang ini. Kita harus mulai membangun Indonesian Dream. Alumnas harus bisa memahami visi Indonesia Emas 2045. Saya mengajak Alumnas untuk menjadi agen perubahan yang akan membawa Indonesia menjadi advanced economy (ekonomi maju). Kata kuncinya adalah inovasi dan entrepreneurship (kewirausahaan) yang harus kita pelajari dari Amerika dan kita adopsi di Indonesia sebagai upaya untuk menjadi negara maju,” ujarnya.

Menteri Bambang menuturkan dengan berbagai ilmu yang dimiliki oleh para anggota Alumnas diharapkan mampu menjadikan kekayaan sumber daya alam Indonesia memiliki nilai tambah yang jauh lebih besar.

Menteri Bambang juga mengajak agar semangat inovasi terus ditanamkan sebagai upaya dalam memajukan perekonomian di Indonesia.

Dalam sambutan di acara itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly yang juga didaulat sebagai Ketua Dewan Penasehat Internasional Alumnas mengatakan Alumnas harus dapat memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan bangsa Indonesia.

Menteri Yasonna juga menuturkan Alumnas harus dapat ikut serta membantu bangsa menyumbangkan pikiran dan tenaga agar Indonesia dapat terhindar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) sehingga generasi mendatang sudah menjadi bagian dari negara maju.

Menurut dia, Memajukan Bangsa (advancing the nation) diharapkan tidak hanya menjadi slogan dalam arti kata saja, tetapi merupakan satu visi yang dapat kita wujudkan di tengah-tengah tantangan bangsa.

Alumnas diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah sesuai misinya dalam mendukung kemajuan negeri dan membantu pengembangan sosial ekonomi Indonesia.

"Para anggota Alumnas harus dapat berperan dalam memberikan kontribusi sesuai dengan talenta dan bidang ilmu yang dimiliki,” ujar Menteri Yasonna.

Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar