Kemendes dampingi penggunaan dana desa untuk penanganan bencana NTT

id Kemendes PDTT,BNPB,banjir bandang longsor flores timur NTT

Kemendes dampingi penggunaan dana desa untuk penanganan bencana NTT

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. (ANTARA/HO-Kemendes PDTT)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan pendampingan agar dana desa dapat digunakan untuk penanganan bencana banjir bandang dan longsor banjir bandang di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

"Kita juga melalukan pendampingan agar dana desa bisa dimanfaatkan sebaik dan seefektif mungkin untuk penanganan bencana," ujar Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar melalui pesan singkat kepada Antara di Jakarta, Senin.

Gus Menteri, demikian ia biasa disapa menyampaikan rasa prihatin dan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah bencana alam di Flores.

"Semoga sabar, tabah, dan kita diberi kekuatan untuk segera menangani dan menyelesaikan dampak bencana ini bersama-sama secepat mungkin," kata Gus Menteri.

Baca juga: Korban meninggal longsor di Flores Timur bertambah jadi 54 orang

Baca juga: BPBD NTT diminta segera bantu bencana banjir-longsor Flores Timur


Secara terpisah, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyampaikan sebanyak 68 orang meninggal dunia akibat bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Ini masih dalam proses pendataan, jadi ini masih sangat dinamis sekali dari yang kita himpun dari semua wilayah yang terdampak. Ada 68 meninggal dunia," paparnya.

Ia merinci korban jiwa itu tersebar di sejumlah wilayah, sebanyak 44 orang meninggal dunia di Kabupaten Flores Timur, 11 orang meninggal dunia di Kabupaten Lembata, dua orang meninggal dunia di Kabupaten Ende, dan 11 orang meninggal dunia di Kabupaten Alor.

Di samping itu, sebanyak 15 orang luka-luka, yakni sembilan orang di Flores Timur, satu di Kabupaten Ngada, dan lima di Kabupaten Alor.

Kemudian, sebanyak 70 orang dilaporkan hilang, yakni sebanyak 26 orang hilang di Flores Timur, 16 orang di Kabupaten Lembata, dan 28 orang di Kabupaten Alor.

Dari kejadian bencana itu, kata Raditya Jati, sebanyak 938 kepala keluarga (KK) atau 2.655 jiwa terdampak.*

Baca juga: Pencarian korban longsor Flores Timur terhambat kesediaan alat berat

Baca juga: Banjir-longsor di Flores Timur, Wabup: Ratusan korban belum ditemukan

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar