Kemarin, aksi teror bom hingga kampanye pencegahan stunting

id Teror bom,Stunting,BKKBN,Gajah liar

Kemarin, aksi teror bom hingga kampanye pencegahan stunting

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (tengah) Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan), Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (dua kanan) , dan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam (dua kiri) bersama jajaran, saat memberikan keterangan di Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) malam. ANTARA/Darwin Fatir.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita Minggu (28/3) yang menarik untuk disimak, mulai dari aksi teror bom di Gereja Katedral Makassar hingga kampanye pencegahan stunting.

Berikut berita-berita tersebut :

- Menag Yaqut kutuk keras aksi teror di depan Gereja Katedral Makassar

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengutuk keras segala aksi teror seperti terjadinya ledakan yang diduga bom di depan Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu pagi.

Yaqut mengatakan aksi itu sebagai tindakan keji yang menodai ketenangan hidup bermasyarakat dan jauh dari ajaran serta nilai-nilai agama.

- Gajah liar obrak-abrik hasil kebun masyarakat di Nagan Raya Aceh

Sejumlah hasil kebun dan hasil pertanian masyarakat di Desa Blang Lango Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh rusak parah akibat diamuk kawanan gajah liar, Ahad (28/3).

Selain itu, kawanan gajah juga merusak satu unit rumah milik Masyudi (35) warga desa setempat dalam keadaan rusak parah.

- Aktivis: Literasi keberagamaan merupakan langkah melawan radikalisme

Aktivis gerakan literasi yang juga Ketua STKIP PGRI Ponorogo Dr Sutejo, MHum mengemukakan pentingnya literasi keberagamaan di Indonesia untuk melawan gerakan fundamentalisme, radikalisme dan intoleransi beragama.

"Ke depan, gerakan literasi seperti di ISNU Ponorogo ini diharapkan mampu menciptakan kebudayaan berkeadaban. Semoga bisa menjadi inspirasi gerakan literasi NU secara nasional," katanya pada peluncuran dua buku "Nalar Kritis Keberagamaan: Menguatkan Ruh dan Hakikat Beragama" dan "Berislam dengan Kemanusiaan: Telaah Teologis, Filosofis, dan Sosiologis Indonesia" di Ponorogo, Jawa Timur, Minggu.

- Perempuan nikah dibawah 21 tahun berisiko bagi kesehatannya

Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Dwi Listyawardani mengingatkan para pelajar perempuan untuk tidak menikah di bawah umur 21 tahun, karena berisiko pada kesehatannya.

"Jika perempuan menikah di bawah umur 21 tahun, maka sangat bahaya terutama pada bagian intim organ reproduksinya yang masih dalam tumbuh kembang, sehingga bisa mengakibatkan terjadinya kanker rahim dan sebagainya," kata Dwi Listyawardani dalam kunjungan kerjanya di Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Pesantren Ushuluddin Singkawang di Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu.

- Forum Anak dilibatkan dalam kampanye pencegahan stunting

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melibatkan Forum Anak dalam kampanye pencegahan stunting, kekurangan gizi kronis yang menyebabkan pertumbuhan anak terganggu sehingga tinggi badannya lebih rendah ketimbang rata-rata tinggi anak seusianya.

"Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menekan angka stunting dan tentu saja hal ini tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Upaya pemerintah perlu didukung oleh semua lapisan masyarakat termasuk dari anak-anak," kata Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Sipil, Informasi, dan Partisipasi Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Endah Sri Rejeki.


Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar