Rektor sebut UKT semakin terjangkau jika UT menjadi PTN BH

id Universitas Terbuka,Ojat Darojat,kampus PTN BH,pembelajaran jarak jauh,perguruan tinggi,UT

Rektor sebut UKT semakin terjangkau jika UT menjadi PTN BH

Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Ojat Darojat dalam taklimat media secara daring yang dipantau di Jakarta, Selasa (2/3/2021). (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Ojat Darojat mengatakan uang kuliah tunggal (UKT) di kampusnya akan lebih terjangkau jika UT beralih dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

“Justru menurut saya dengan beralih menjadi PTN BH, pengelolaan pendidikan akan lebih mudah karena ada kewenangan yang lebih luas terutama dalam hal pembukaan program studi hingga penyesuaian struktur organisasi,” ujar Ojat dalam taklimat media secara daring yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Dia menambahkan UT sebagai perguruan tinggi jarak jauh memerlukan struktur organisasi yang berbeda. Struktur tersebut menjadi modal dalam mengeksekusi rancangan pendidikan ke depannya.

“Juga terkait biaya tetap juga bisa ditekan, sehingga ke depannya biaya UKT UT bisa lebih terjangkau lagi,” kata dia.

Baca juga: Rektor: 12.000 mahasiswa kampus konvensional ambil mata kuliah di UT

Baca juga: Rektor tegaskan ijazah UT memiliki civil effect seperti PTN lainnya

UT sebagai kampus PTN yang menyediakan layanan PJJ berusaha menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang terbuka, terjangkau dan dapat diakses dimana saja dan kapan saja.

Status otonomi pada PTN BH dapat memberikan keleluasaan dalam mengelola dan mengembangkan kampus secara lebih fleksibel, berkualitas dan berkompetensi. Hal tersebut sesuai dengan hasil kajian terhadap 11 PTN yang telah berubah menjadi PTN BH dan ternyata status otonomi tersebut membawa dampak yang positif.

Ojat menjelaskan pihaknya sudah memasukkan empat berkas pengurusan PTN BH dan dalam waktu dekat pihaknya akan mempresentasikannya. UT juga merekonstruksi unit-unit operasional yang ada di UT sebagai syarat menjadi PTN-BH, serta memperkuat teknologi baik di kampus pusat dan di daerah.

UT mengembangkan ekosistem pembelajaran digital dengan meningkatkan kewibawaan akademik dalam rangka memantapkan jati diri UT sebagai UT siber.

Hingga November 2020, UT memiliki 311.028 mahasiswa yang tersebar, baik di dalam negeri maupun luar negeri. UT juga memiliki kantor pusat dan 39 Kantor Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ-UT) serta Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri.

Tercatat, lebih dari 1.000 mata kuliah yang dikelola UT dengan 43 program studi diploma, sarjana, magister, doktoral, dan program bersertifikat.*

Baca juga: UT serahkan ijazah sarjana kepada 21 pekerja migran di Taiwan

Baca juga: UT sebut 312.236 mahasiswa ikuti UAS dengan skema THE


Pewarta : Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar