Dosen UMM "kawinkan" solar cell dan biona untuk budi daya ikan lele

id Biona, budi daya lele, solar cell, dosen UMM

Dosen UMM "kawinkan" solar cell dan biona untuk budi daya ikan lele

Dosen UMM yang melaksanakan pengabdian masyarakat dengan melakukan budi daya ikan lele yang memanfaatkan teknologi solar cell dan sistem biona bersama warga di Desa Parangargo, Kabupaten Malang (ANTARA/HO/UMM/END)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Empat dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) "mengawinkan" teknologi solar cell dan sistem biona (bio natural) dalam budi daya ikan untuk memberdayakan masyarakat di Desa Parangargo, Kabupaten Malang.

"Kami melihat potensi budi daya ikan lele sangat besar di wilayah Malang raya ini, namun tidak banyak yang berkecimpung di bidang ini," kata Ketua Program Pemberdayaan Masyarakat UMM  Prof Dr Yus Mocham di Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Selain itu, kata dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM itu, Desa Parangargo juga memiliki beberapa lahan yang bisa dimanfaatkan dengan baik.

Ia menerangkan tahapan-tahapan yang ada dalam program tersebut, yakni diawali dengan memberi pelatihan terkait pembuatan kolam terpal bundar dan teknik budi daya sistem biona, dilanjutkan dengan praktik lapangan yang dilakukan oleh masyarakat desa.

Mereka memberi pelatihan kepada masyarakat desa Parangargo terkait budi daya ikan lele menggunakan sistem biona dengan memanfaatkan teknologi solar cell untuk meminimalkan biaya kebutuhan listrik.

Baca juga: Dua kunci sukses budi daya lele sangkuriang

Baca juga: 10 SD Gunung Kidul Jadi Percontohan Budi Daya Lele


Sementara itu, salah satu perwakilan tim dosen UMM, Riza Rahman Hakim mengatakan bahwa pemilihan sistem biona dalam budi daya ikan lele ini bertujuan agar kolam lele tidak memakan banyak lahan.

Kemudian, para dosen akan melakukan monitoring serta evaluasi terhadap hasil garapan para peserta, dan terakhir adalah sosialisasi pemasaran produk ikan lele.

"Sistem biona mengharuskan mesin aerator untuk terus nyala selama 24 jam. Ini sangat menguras biaya listrik. Oleh karena itu, kami memberikan bantuan solar cell kepada masyarakat agar bisa menekan biaya listrik," tuturnya.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini telah dilakukan sejak Juni 2020. Rencananya, dilanjutkan sampai tiga tahun ke depan dan program ini juga akan diperbaharui setiap tahun agar ada perkembangan yang berarti.

Pada tahun pertama, pemberdayaan masyarakat akan berfokus pada budi daya ikan lele menggunakan sistem biona. Pada tahun kedua program akan berkembang pada pembuatan pakan ikan secara mandiri dan tahun ketiga, fokus pada integrasi budi daya ikan dan sayuran.

“Kami para dosen berharap program ini dapat meningkatkan keterampilan masyarakat, terutama di bidang pertanian dan peternakan. Lebih-lebih bisa mengangkat perekonomian masyarakat di desa Parangargo,” tuturnya.

Program pemberdayaan masyarakat ini diketuai oleh Prof Dr Yus Mochamad Cholily dengan anggota Machmud Effendy, ST, M.Eng, Riza Rahman Hakim, S.Pi, M.Sc., dan Beti Istanti Suwandayani, S.Pd., M.Pd.

Program tersebut merupakan kerja sama antara UMM dengan Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek-BRIN).

Sebelumnya, Riza Rahman Hakim telah melakukan budi daya ikan lele dengan sistem biona di kediamannya, kemudian dikembangkan dengan sistem terpadu dengan menanam berbagai jenis sayuran dengan sistem hidroponik di atas kolam ikan lele yang memanfaatkan terpal tersebut.

Baca juga: Kunjungi Pemalang, Mentan dorong pertanian integrasi padi-lele

Baca juga: Pastikan ketahanan pangan, KKP latih warga olah ikan lele

 

Pewarta : Endang Sukarelawati
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar