Pemugaran Masjid Agung Singkawang ditargetkan rampung tahun 2022

id pemkot singkawang,masjid agung singkawang

Pemugaran Masjid Agung Singkawang ditargetkan rampung tahun 2022

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie saat meninjau pembangunan gerbang Masjid Agung Nurul Islam Singkawang. ANTARA/Rudi/am.

Pontianak (ANTARA) - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menargetkan proses pemugaran Masjid Agung Nurul Islam Singkawang akan selesai pada tahun 2022 mendatang.

"Untuk peletakan batu pertama pemugaran Masjid Agung Nurul Islam Singkawang sekaligus peresmian gerbang segera akan dilakukan di tahun 2021. Masjid yang kita tinjau adalah merupakan tempat ibadah umat Muslim sementara, selama proses pemugaran Masjid Agung berlangsung," kata Tjhai Chui Mie di Singkawang, Rabu.

Menurutnya, Masjid Agung yang sekarang ini akan segera direhab total untuk dibangun dengan yang baru. "Kita menargetkan pembangunan Masjid Agung akan selesai ditahun 2022," tuturnya.

Kepada masyarakat yang berada di dalam maupun luar Singkawang, diimbau tergerak hatinya untuk sama-sama mendukung pembangunan Masjid Agung sehingga bisa segera diselesaikan.

Baca juga: Pemkot Singkawang gelar sayembara desain Masjid Agung

Baca juga: Masjid Agung Singkawang sembelih 30 ekor hewan kurban


"Tentunya pembangunan Masjid Agung yang baru nanti bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kalbar," katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie beserta rombongan dari Kantor Kemenag Provinsi Kalbar melakukan audiensi dengan Menteri Agama, Fachrul Razi di lantai dua Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (3/12) lalu.

Dalam audiensi, Tjhai Chui Mie mengatakan Kota Singkawang saat ini sedang melakukan pemugaran Masjid Agung Nurul Islam Singkawang guna mewujudkan harapan masyarakat Singkawang untuk memiliki masjid yang representatif. Terlebih usia Masjid Agung saat ini sudah mencapai 28 tahun.

Tjhai Chui Mie menceritakan, dulu saat ia masih menjabat sebagai Ketua DPRD Singkawang, seringkali hatinya tersentuh melihat jemaah haji terutama yang sudah lanjut usia harus turun di depan pintu gerbang masjid. Hal itu dikarenakan pintu gerbang Masjid Agung Nurul Islam terlalu kecil sehingga Bis pembawa calon jemaah maupun jemaah haji tidak dapat masuk ke halaman masjid.

"Nah, kita lihat memang sudah sebaiknya secara keseluruhan Masjid Agung Nurul Islam harus ada pembenahan karena di beberapa bagian juga sudah ada yang mengalami kerusakan," katanya.

Dia berharap pemugaran Masjid Agung Nurul Islam dalam waktu dua tahun ke depan sudah bisa dituntaskan.

Sehingga, kedatangannya ke Jakarta selain melakukan ajang silaturahmi juga sekaligus mohon dukungan dan doa restu dari bapak Menteri Agama.

"Anggaran pemugaran yang kita siapkan mulai dari APBD dan diusahakan juga APBD Provinsi dan dari berbagai pihak yang tidak akan mengikat di kemudian hari," tuturnya.

Tentunya setelah pulang dari Jakarta, dia berharap bisa semakin percaya diri dalam membangun Masjid Agung Nurul Islam Singkawang.*

Pewarta : Rendra Oxtora
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar