FPRB Bantul kampanyekan gerakan pemakaian masker di objek wisata

id Pembagian masker,protokol kesehatan,wisata

Pembagian masker oleh FPRB Bantul di objek wisata Pantai Parangtritis, Bantul, DIY (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengkampanyekan gerakan pemakaian masker dengan membagikan ribuan masker kepada para wisatawan dan pelaku wisata di objek wisata Pantai Parangtritis.

"Kegiatan ini terkait dengan upaya kita FPRB Bantul dalam rangka memutus rantai penyebaran COVID-19, seperti saat ini sedang libur panjang dan cuti bersama," kata Ketua FPRB Bantul Waljito di sela pembagian masker di Pantai Parangtritis Bantul, Sabtu.

Menurut dia, selama libur panjang objek wisata Pantai Parangtritis yang menjadi ikon andalan wisata Bantul menjadi tujuan favorit wisatawan baik dari lokal maupun luar daerah, sehingga hal-hal yang berpotensi mengabaikan penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker tidak dapat dihindarkan.

Baca juga: Saat libur panjang, 34 warga terjaring ops yustisi di DTW Kintamani

Selain membagikan sebanyak 2.000 masker, FPRB Bantul yang bekerjasama dengan aparat gabungan dari Kodim, Polres dan relawan kebencanaan juga membagikan handsanitizer kepada wisatawan dan pelaku wisata di wilayah itu.

"Oleh karena itu kita sebagai relawan kebencanaan bertanggung jawab pula dalam rangka mengatasi penyebaran COVID-19, dan kita melakukan gerakan kampanye 3 M dengan membagikan 2.000 masker dan handsanitizer kepada pengunjung yang ada di Parangtritis," katanya.

Dia mengatakan, harapannya kegiatan ini akan bisa mencegah dan mengurangi penyebaran penularan COVID-19 di saat objek wisata Pantai Parangtritis sedang dipadati wisatawan dari luar daerah.

Baca juga: Pengelola objek wisata di Kudus disiplin terapkan protokol kesehatan

"Kita pilih Pantai Parangtritis karena merupakan salah satu ikon pariwisata unggulan di Bantul, sehingga untuk mengantisipasi itu maka kita melaksanakan kegiatan pembagian masker dan kampanye tiga M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," katanya.

Dia berharap, kegiatan gerakan 3 M dapat menjadi adaptasi kebiasaan baru oleh semua masyarakat termasuk wisatawan, dan kampanye protokol kesehatan ini harapannya diikuti oleh para relawan kebencanaan dalam upaya memutus penyebaran virus corona.

"Relawan yang ikut kegiatan ini ada sekitar 100-an personel, harapannya ke depan juga akan diikuti relawan yang lain. FPRB kita sudah ada di 75 desa," katanya.

Baca juga: Pandemi COVID-19, "jeda" untuk revitalisasi wisata Bali
Baca juga: HK bagikan masker di "rest area" 87 B untuk tekan penyebaran COVID-19

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar