Kamis, pasien sembuh COVID-19 Jakarta sebanyak 83.338

id Corona,COVID-19,Pertambahan Kasus COVID-19

Pengemudi mengendarai bus pembawa pasien COVID-19 sebelum berangkat ke Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran dari Puskesmas Duren Sawit, Jakarta, Senin (19/10/2020).Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 pada Senin (19/10) jumlah pasien COVID-19 yang sembuh mencapai 3.919 orang atau lebih besar dari kasus baru sebanyak 3.373 orang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Jakarta (ANTARA) - Jumlah Pasien sembuh dari paparan COVID-19 di Jakarta, hingga Kamis, sebanyak 83.338, setelah mendapatkan pertambahan sebanyak 1.160 orang dari sebelumnya sebanyak 82.178 orang.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta dalam laman corona.jakarta.go.id, di Jakarta, Kamis, dalam persentasenya, jumlah pasien sembuh itu adalah sekitar 84,9 persen dari total kasus positif sebesar 98.206 orang.

Di dalam total kasus positif tersebut, sebanyak 12.748 orang masih dirawat/diisolasi, serta 2.120 orang meninggal dunia, atau 2,2 persen (sama seperti sebelumnya) dari total kasus positif.

Adapun, total kasus positif paparan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Jakarta menembus angka 98.206 kasus, setelah pada Kamis ini terjadi pertambahan sebesar 989 kasus, dari jumlah sebelumnya 97.217 kasus.

Pertambahan kasus sebanyak 989 kasus itu, merupakan hasil gabungan dari pemeriksaan usap (swab test PCR) pada Rabu 21 Oktober 2020 sebanyak 781 kasus dan akumulasi data dari laporan pemeriksaan tanggal 19 dan 20 Oktober 2020 sebanyak 208 kasus.

Dari data pertambahan pasien positif COVID-19 Jakarta selama sepekan terakhir, pertambahan sebanyak 989 kasus ini, lebih tinggi dibandingkan penambahan pada Selasa (20/10) sebanyak 964 kasus, pada Senin (19/10) sebanyak 926 kasus, pada Minggu (18/10) sebanyak 971 kasus, dan pada Sabtu (17/10) sebanyak 974 kasus.

Akan tetapi, angka itu lebih rendah dibanding penambahan pada Rabu (21/10) sebanyak 1.000 kasus, pada Jumat (16/10) sebanyak 1.045 kasus, dan pada Kamis (15/10) sebanyak 1.071. Kemudian pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus, serta pada Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus yang merupakan pertambahan terbanyak selama pandemi.

Walaupun penambahan pada Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus merupakan pertambahan kasus terbanyak, tapi penambahan pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus, adalah pemegang rekor kasus positif terbanyak yang didapatkan dari hasil tes yang hanya dilakukan satu kali (tanggal 11 September 2020). Karena penambahan pada Rabu (16/9) adalah penambahan dari hasil pada tanggal 12, 13, 14 dan 15 September 2020.

Untuk pengujian usap (swab test) sampai dengan hasil tes PCR terakhir pada Rabu (21/10), memiliki rincian dilakukan tes pada 9.885 spesimen yang di dalamnya ada 7.908 orang dites untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil sebanyak 781 kasus positif dan 7.127 kasus negatif.

Dengan demikian, rataan tes PCR total per satu juta penduduk setelah perkembangan COVID-19 pada Kamis ini, sebanyak 109.905. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 57.145.

Sampai dengan tes terakhir pada Rabu (21/10) itu, sudah ada 1.579.510 spesimen yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak COVID-19 di lima wilayah DKI Jakarta lewat 54 laboratorium.

Dari jumlah tes di atas, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau "positivity rate" COVID-19 selama sepekan terakhir di Jakarta setelah perkembangannya pada Kamis ini, tercatat di angka 10,8 persen.

Angka ini sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan, yang mengharuskan tidak lebih dari lima persen sehingga terkategori kawasan aman.

Adapun persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal pandemi Maret 2020 setelah perkembangan pada Kamis ini, adalah sebesar 8,4 persen.

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar