BMKG Juanda tingkatkan pemahaman warga soal cuaca melalui kelas lapang

id Sidoarjo, BMKG Juanda

Kegiatan sekolah lapang BMKG (Antara Jatim/BMKG Juanda/IS)

Sidoarjo (ANTARA) - BMKG Juanda terus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kondisi cuaca melalui kegiatan kelas lapang BMKG yang diselenggarakan serentak secara nasional.

Kepala Seksi data dan informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, mengatakan, pihaknya setiap tahun mengadakan sekolah lapang BMKG.

"Iya kami setiap tahun ada kegiatan sekolah tersebut. Yang melaksanakan Stasiun Klimatologi Malang, Stasiun Geofisika Tretes dan Stasiun Maritim Perak," kata Teguh di Sidoarjo.

Baca juga: BMKG gelar Sekolah Lapang secara nasional

Ia menjelaskan kegiatan sekolah lapang BMKG itu dilaksanakan satu sampai dua kali kali dalam setahun dengan peserta setiap kegiatan sekitar 35 orang.

"Setiap tahun penyelenggaraannya juga berbeda beda, tergantung dari anggaran yang ada," katanya.

Ia menjelaskan untuk stasiun maritim biasanya diikuti oleh nelayan dan juga penyuluh dinas terkait, kemudian dengan geofisika pesertanya biasanya dari BPBD dan juga relawan serta dinas terkait.

"Sedangkan untuk klimatologi cenderung diikuti oleh bidang pertanian dan juga perkebunan," ucapnya.

Baca juga: Sejumlah wilayah di Jatim alami kekeringan ekstrem

Baca juga: BMKG: Potensi hujan lebat akibat pelambatan massa udara di Aceh

Senada juga disampaikan oleh Eko Prasetyo Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG yang mengatakan sekolah lapang BMKG tersebut terdiri dari Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Sekolah Lapang Geofisika dan Sekolah Lapang Iklim.

"Kami berupaya keras agar para petani, para nelayan, dan masyarakat secara umum mampu bertahan dengan tetap produktif, sehat dan selamat, dengan beradaptasi terhadap kondisi cuaca, iklim, gempa bumi dan tsunami," katanya.

Sementara dalam keterangan tertulis Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebutkan tujuan diadakannya sekolah lapang BMKG ini adalah mewujudkan ketahanan masyarakat petani, nelayan, serta komunitas penggiat dan pemangku kepentingan, terhadap bahaya yang diakibatkan oleh kondisi cuaca, iklim, gempabumi dan tsunami, khususnya dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Baca juga: Megawati minta BMKG update peta kerawanan untuk mitigasi bencana

"Sekolah lapang tersebut dimaksudkan sekali lagi untuk mendukung ketahanan pangan, kesejahteraan, dan keselamatan masyarakat khususnya di masa pandemi atau di masa adaptasi kebiasaan baru," katanya.

"Juga untuk mendukung pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19 melalui peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya petani, nelayan, serta komunitas penggiat dan pemangku kepentingan, dalam memahami cuaca, iklim, gempabumi dan tsunami," kata Dwikorita.

Baca juga: Mayoritas wilayah Jakarta diliputi cuaca cerah berawan pada Minggu

 

Pewarta : Indra Setiawan
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar