Berlin (ANTARA) - Pengkritik Kremlin yang berada dalam kondisi kritis Alexei Navalny kini dalam kondisi stabil setelah diterbangkan dari Omsk kota wilayah Siberia menuju Berlin pada Sabtu, untuk mendapatkan perawatan medis, kata aktivis Jaka Bizilj kepada tabloid Jerman Bild.

" Kondisi Navalny stabil selama penerbangan dan setelah mendarat," surat kabar itu mengutip pernyataan Bizilj.

Sebelumnya politisi oposisi Rusia itu dilarikan keluar dari sebuah rumah sakit dengan ambulans pada Sabtu pagi.

Navalny yang sedang dalam kondisi kritis itu dilarikan untuk meninggalkan kota Omsk di wilayah Siberia dan diterbangkan menuju Jerman untuk mendapat perawatan medis setelah sekutu-sekutu politisi oposisi itu menuduh otoritas Rusia berusaha menghentikan evakuasi terhadap Navalny.

Navalny jatuh sakit sebelumnya pekan ini saat terbang kembali ke Moskow dari kota Tomsk wilayah Siberia di mana dia menemui sekutu-sekutunya menjelang pemilu regional bulan depan.

Dia dibawa dengan ranjang dorong, dalam keadaan tanpa gerak, dari pesawat dan dilarikan ke rumah sakit setelah pesawat itu mendarat darurat di Omsk.

Juru bicara Navalny mengatakan pengritik Kremlin itu diduga diracun.

Navalny mengalami masalah medis setelah dia minum teh, yang diyakini para sekutunya, yang dicampur racun, dalam penerbangan pesawat dari Siberia menuju Moskow pada Kamis (20/8)

Dia langsung dirawat di sebuah rumah sakit di Kota Omsk.

Juru bicara Navalny, Kira Yarmysh, mengutip dokter kepala yang menyebut kondisi Navalny tak stabil dan pihak rumah sakit tak membenarkan pihak kerabat Navalny yang ingin memindahkan pasien oposan Kremlin itu dari rumah sakit.

Menanggapi dugaan Navalny diracun, Anatoly Kalinichenko, wakil dokter kepala rumah sakit tempat Navalny dirawat, menyatakan pihaknya tak menemukan jejak racun dalam pengujian yang dilakukan.

Baca juga: Pesawat pengangkut Navalny tiba di Jerman
Baca juga: Politisi oposisi Rusia Navalny berada di pesawat menuju Jerman
Baca juga: Prancis, Jerman tawarkan perawatan medis untuk Alexei Navalny

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Atman Ahdiat
Copyright © ANTARA 2020