Pemerintah diharapkan setarakan pesantren sebagai lembaga pendidikan

id Pesantren, joko widodo, teknologi informasi

Anggota Komisi VI FPKB DPR RI Marwan Jafar. (ANTARA/HO-Marwan Jafar)

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI Marwan Jafar mengharapkan afirmasi atau penyetaraan pesantren dengan lembaga pendidikan lainnya melalui anggaran untuk lembaga pendidikan Islam khas Nusantara tersebut.

Marwan saat dihubungi dari Jakarta, Jumat, mengatakan salah satu instrumen afirmasi terhadap pesantren itu dengan pemerintah memberikan bantuan untuk perbaikan sarana dan prasarana kalangan pesantren.

Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu juga mendorong pemerintah tetap memberikan keberpihakan nyata untuk kalangan pesantren.

Baca juga: Anggota DPR imbau ponpes peringati Agustusan dengan kreatif

Dia mengatakan pesantren memerlukan perhatian sarana dan prasarana seperti bangunan, kelistrikan, air bersih, akses jaringan komunikasi internet dan lain-lain.

Selain itu, pesantren agar dapat maju dengan pemerintah berkontribusi di dalamnya. Banyak pesantren yang ada di pedesaan atau pelosok juga memerlukan perhatian.

"Sungguh sayang jika kalangan pesantren yang dikenal sebagai tempat pemasok generasi muda kreatif, berilmu dan berakhlak, sampai kurang mendapatkan prioritas perhatian dan keberpihakan pemerintah," katanya.

Baca juga: Kemenag: pesantren kecil dibantu Rp25 juta saat COVID-19

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya tentang RAPBN 2021 menyebut anggaran pendidikan tahun depan sebesar Rp549,5 triliun untuk berbagai kategori pendidikan baik umum dan agama.

Pemerintah juga menganggarkan percepatan peningkatan kualitas sarpras pendidikan terutama untuk daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).

Jokowi berharap anggaran pendidikan dapat merata sehingga meningkatkan kualitas SDM, kemampuan adaptasi teknologi dan peningkatan produktivitas.

Baca juga: Pemerintah siapkan Rp2,36 triliun untuk afirmasi pendidikan keagamaan

Baca juga: Presiden sampaikan rencana pemerintah terkait reformasi pendidikan


 

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar