Proses belajar mengajar tingkat SMP-SMA dimulai di Pasaman Barat

id Proses belajar mengajar,Pasaman,Tahun ajaran baru padaman

Bupati Pasaman Barat Yulianto didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Marwazi B saat meninjau proses belajar mengajar perdana di SMPN 1 Pasaman usai libur panjang akibat COVID-19, Senin.

Simpang Empat,- (ANTARA) - Proses belajar mengajar tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) hari ini dimulai dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Para guru dan siswa diwajibkan mencuci tangan dan pakai masker selama proses belajar mengajar dilaksanakan.

"Hari ini merupakan uji coba pelaksanaan belajar mengajar setelah sekian lama libur akibat dampak COVID-19," kata Bupati Pasaman Barat Yulianto didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman Barat Marwazi B saat meninjau proses belajar hari pertama pada SMPN 1 Pasaman, Senin.

Ia mengatakan pelaksanaan belajar mengajar yang diadakan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti mencuci tangan, jaga jarak tempat duduk antara siswa dan memakai masker.

"Semua sudah rindu dengan sekolah, siswa, guru dan orang tua. Namun, harus, wajib mengikuti protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan dan tidak pakai keluar main," ujarnya.

Ia mengingatkan jika ada anak sekolah yang demam, diminta kepada guru untuk cepat mendeteksi dini kondisi siswa tersebut.

"Mudah-mudahan proses belajar mengajar hari pertama ini berjalan lancar. Kita berharap semua terhindar dari COVID-19 ini," harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Marwazi B menyampaikan sekitar 68 SMP negeri dan swasta mengikuti proses belajar mengajar saat ini.

"Untuk 270 SD dan 292 TK dan Paud belum memulai proses belajar mengajar," katanya.

Ia menyebutkan untuk tingkat SD sementara melakukan proses pembelajaran di rumah dengan sistem daring atau dalam jaringan, serta luring atau luar jaringan.

Menurut dia setelah proses belajar mengajar tingkat SMP berlangsung dua bulan maka akan diadakan evaluasi.

"Kalau pembelajaran tersebut berhasil dan tidak ada satupun siswa maupun guru atau tenaga pendidik yang terpapar COVID-19 maka tingkat SD akan dimulai proses belajar mengajar tatap muka di sekolah," ujarnya.

Namun, katanya apabila dalam proses berjalan pembelajaran tatap muka di sekolah ada yang terpapar COVID-19, maka semua tingkatan sekolah akan kembali melaksanakan proses pembelajaran di rumah.

Baca juga: Legislator minta Kemendikbud pastikan KBM berjalan lancar

Baca juga: Pemprov DKI pastikan tahun ajaran baru masih dilakukan secara daring


Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pasaman Pulmen Evida mengatakan hari pertama proses belajar mengajar diikuti oleh siswa baru atau siswa kelas satu saja.

Untuk menghindarkan kerumunan siswa, panitia dan guru menunggu di depan gerbang dan mengarahkan anak ke kelas masing-masing.

Saat berada di kelas, sekolah sudah memberikan jarak antara siswa dengan kuota maksimal 16 orang masing-masing kelas.

Sekolah juga menyediakan tempat cuci tangan di setiap kelas dan memberikan pemahaman kepada guru.

Selama proses belajar mengajar siswa hanya berada di lokal dan saat jam istirahat tidak diberikan waktu ke luar ruangan.

Bahkan, sekolah meminta anak membawa bekal sendiri karena kantin di tutup.

"Jam pelajaran juga diperpendek, agar siswa bisa pulang lebih awal dan tidak jenuh," ujarnya.

Untuk siswa kelas dua dan tiga akan belajar secara bergantian setiap harinya. Saat berada di rumah, siswa belajar secara daring dan luring atau tugas dari guru masing masing. Metode belajar secara bergantian ini diharapkan mampu mengisi waktu siswa. 

Baca juga: DPR minta pemerintah cermati penerapan protokol kesehatan di sekolah

Baca juga: Mendikbud : Sekolah di zona hijau dibuka dengan sejumlah persyaratan

 

Pewarta : Altas Maulana
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar