Ditresnarkoba Polda NTB tangkap satu anggota dan dua pecatan Polri

id polri kasus narkoba,polda ntb,kombes helmi,kasus narkoba,polisi narkoba

Polisi menunjukkan hasil penangkapan kasus narkoba dengan pelaku seorang anggota dan dua pecatan Polri serta warga sipil dengan barang bukti 19 gram sabu-sabu, di Mapolda NTB. (ANTARA/HO-Polda NTB)

Mataram (ANTARA) - Tim Subdit II Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) menangkap seorang anggota dan dua pecatan Polri dengan barang bukti 19 gram sabu-sabu.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf yang dikonfirmasi wartawan, Jumat, membenarkan bahwa ketiganya ditangkap bersama seorang warga sipil di sebuah hotel berbintang di wilayah Mataram.

"Ada empat orang yang ditangkap, EW polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, dan satu warga sipil inisial SL," kata Helmi, di Mataram.

Barang bukti sabu-sabu dalam bentuk paketan klip plastik bening tersebut ditemukan anggotanya berdasarkan hasil penggeledahan di lokasi penggerebekan.

Bahkan, petugas turut mengamankan seperangkat alat isap, uang tunai, dan telepon genggam milik masing-masing pelaku.

"Jadi sebenarnya total barang itu 20 gram, tapi satu gramnya sudah dipakai mereka," ujarnya lagi.
Baca juga: Polisi tangkap anak seorang wakil wali kota dalam kasus narkoba

Hal itu, menurutnya lagi, telah diperkuat berdasarkan hasil tes urine empat pelaku yang telah dinyatakan positif mengandung narkotika.

"Bagaimana tidak positif, mereka ditangkap setelah gunakan narkoba sama-sama," kata dia pula.

Lebih lanjut, Helmi menegaskan bahwa kasus ini masih dalam proses pendalaman, khususnya yang berkaitan dengan penelusuran asal-usul sabu-sabu tersebut.

Bila dari kasus ini terbongkar jaringan narkoba yang melibatkan peran anggota kepolisian lainnya, Helmi menegaskan, tidak akan "pandang bulu" dan tetap memprosesnya secara hukum.

"Siapa pun dia yang terlibat, walaupun polisi, kami akan tangkap," kata Helmi menegaskan lagi.

Kini empat pelaku yang telah menjalani penahanan di Mapolda NTB, kata Helmi, sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

"Sementara itu dulu, untuk perkembangan lebih lanjutnya, akan kami sampaikan nanti," ujar dia pula.
Baca juga: BNNP Kaltara ungkap peredaran narkoba yang libatkan oknum polisi

Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar