Pemprov Kalteng pertimbangkan beli 'mobile PCR'

id kalteng pertimbangkan beli,gubernur kalteng sugiant sabran,mobil pcr

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mempertimbangkan pembelian "mobile PCR" guna mengoptimalkan upaya memutuskan mata rantai penyebaran atau penularan COVID-19.

"Saya minta ada pembelian mobile PCR sehingga kita bisa melakukan uji swab di mana saja. Kalau memungkinkan dan mampu membeli secara mandiri, maka tak perlu menunggu bantuan pusat," kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Palangka Raya, Kamis.

Baca juga: Tujuh pekerja sawit di Lamandau Kalteng terkonfirmasi positif COVID-19

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada tim satgas mempersiapkan alat tes cepat COVID-19 yang diperuntukan di perbatasan provinsi untuk memberikan tes kesehatan bagi para sopir yang mengangkut kebutuhan logistik di Kalteng.

Terkait rencana tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul menjelaskan ia telah dipanggil dan diperintahkan pimpinan untuk mengkaji kelebihan dan kekurangan mobile PCR.

Baca juga: Dua kasus baru positif COVID-19 di Kalteng akibat transmisi lokal

"Jika kelebihannya lebih banyak, Dinkes Kalteng diminta segera memproses pembeliannya agar dapat memaksimalkan penanganan di wilayah Kalteng yang sangat luas," ucapnya.

Wakil Ketua Harian Gugus Tugas COVID-19 Kalteng ini menyatakan tidak ada jalan lain, selain harus keluar menemukan orang dengan COVID-19 di luar sana.

Strategi penanganan melalui tes cepat atau PCR massal pada kelompok yang secara epidemiologis memiliki keterkaitan, harus menjadi prioritas kebijakan. Target pemeriksaan tes cepat atau PCR massal minimal satu persen dari populasi.

Baca juga: PSBB Palangka Raya didorong gubernur Kalteng untuk dilanjutkan

Baca juga: Kasus positif COVID-19 Kalteng capai 310 orang


Strategi ini membutuhkan kesiapan ruang isolasi di RS atau RS darurat yang lebih banyak, penyiapan pusat karantina dan dukungan logistik bagi RS dan pusat karantina OTG. Sinergi pemerintah kabupaten-kota dan provinsi, pastinya mampu mengatasi masalah terkait pemilihan strategi ini.

"Alhamdulilah Gubernur Kalteng mendukung strategi ini dengan menginstruksikan Dinas Kesehatan Kalteng dan bupati/walikota menyediakan rapid test diagnostik untuk rapid test massal," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Darliansjah menjelaskan saat ini tes cepat massal terus berjalan dan rencananya dilakukan di semua kabupaten dan kota, untuk mendorong masing-masing pemerintah daerah secara mandiri melakukan tes cepat dengan APBD kabupaten dan kota.

Baca juga: Pemeriksaan di perbatasan Kalteng-Kalsel diperketat cegah COVID-19

 

Pewarta : Kasriadi/Muhammad Arif Hidayat
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar