Luhut dorong penyusunan protokol usaha di era normal baru

id Luhut binsar pandjaitan, protokol normal baru, normal baru, pariwisata, protokol kesehatan

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. ANTARA/HO-Kemenko Kemaritiman dan Investasi/aa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendorong penyusunan protokol usaha yang dipelopori Kementerian Kesehatan dalam menghadapi era normal baru.

Dalam rapat koordinasi Protokol Pelaksanaan Usaha di Era Kenormalan Baru bersama sejumlah kementerian/lembaga terkait, Rabu, Luhut menggarisbawahi agar penyusunan protokol industri tetap mengacu pada standar penanggulangan COVID-19, seperti menerapkan jaga jarak (physical distancing), penggunaan masker, dan cuci tangan

"Yang penting yang tiga. Jaga jarak, masker dan cuci tangan. Itu soal kecil, tapi kalau kita lakukan dampaknya besar karena menyangkut kepada protokol kesehatan," katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Luhut mengatakan banyak para pelaku industri yang bingung karena banyaknya informasi yang berbeda.

"Saya sarankan Kemenkes dan Satgas (Gugus Tugas COVID-19) memimpin ini, disamakan, tapi tanpa mengubah spesifik-spesifik di industri-industri tersebut," katanya.

Sementara itu, di sektor pariwisata, Luhut mengatakan pemerintah akan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat di daerah-daerah tujuan turis yang berstatus zona hijau.

"Walaupun dari hasil studi yang dibuat, turis domestik itu paling cepat baru bisa jalan mungkin di Juli akhir atau Agustus. Kalau turis luar negeri saya kira masih bertahap mungkin baru September. Tapi kita lihat perkembangan ini," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Luhut juga meminta Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Doni Monardo untuk terus melakukan pembaruan data penanganan COVID-19 di Indonesia secara berkala melalui aplikasi Bersatu Lawan COVID-19.

Menurut Luhut, data akurat akan menjadi acuan bagi dunia internasional menilai keseriusan Indonesia menangani pandemi ini.

"Saya titip Pak Doni aplikasi Bersatu Lawan COVID-19 agar diperbarui terus. Karena itu akan menjadi acuan bagi dunia. Jadi acuan orang-orang yang di luar negeri yang mau datang ke Indonesia. World Bank berikan apresiasi kepada Indonesia. Saya paparkan mengenai penanganan COVID-19 dari Pak Doni. Mereka gembira lihat itu," tutupnya.

Baca juga: KSP: Pendidikan jarak jauh solusi di era normal baru
Baca juga: Bamsoet minta pemerintah buat kriteria penerapan Normal Baru

Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar