Bisa kurangi 70 persen terkena, warga Riau diingatkan gunakan masker

id PSBB Riau,masker,corona,covid-19,kurangi terkena,gugus tugas

Juru Bicara COVID-19 Riau dr Indra Yovi Sp.P (K) memberikan keterangan pers di Kota Pekanbaru, Senin (13/4/2020). (FOTO ANTARA/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi kembali mengingatkan masyarakat daerah itu untuk tetap menggunakan masker di mana pun mereka sedang berada, karena diyakini sebanyak 70 persen kemungkinan terkena COVID-19 akan berkurang.

"Kemungkinan saudara dan keluarga kita terkena COVID-19 diyakini juga akan berkurang bila tetap menggunakan masker, ditambah dengan cuci tangan dan jaga jarak, dan aturan ini harus tetap dilakukan dengan disiplin," katanya di Pekanbaru, Senin.

Menurut dia jika setiap orang disiplin menggunakan masker, maka 70 persen kemungkinan terkena COVID-19 berkurang, ditambah lagi dengan rajin mencuci tangan dan melakukan "physical distancing".

"Maka, kita bisa menghindarkan diri kita sendiri, lingkungan dan keluarga terkena COVID-19, termasuk bagi daerah yang tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," katanya.

Terkait di Riau yang masih tetap menerapkan PSBB, ia menyatakan bahwa tetap dibutuhkan disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan tetap di rumah dan juga tetap memakai masker guna meminimalisasi penularan COVID-19.

"PSBB bukan 'lockdown', akan tetapi menekankan disiplin kepada masyarakat bahwa pemerintah bertanggung jawab memberikan arahan. Akan tetapi masyarakat penting melaksanakannya, ini demi kebaikan kita semua," katanya.

Ia menyebutkan bahwa keputusan Gubernur Riau juga menegaskan bahwa PSBB itu bukan berarti tutup semua kegiatan, tetapi kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan kehidupan orang banyak itu diperbolehkan, tetapi syarat utamanya adalah memenuhi protokol kesehatan.

"Jadi PSBB itu bukan berarti tutup semua kegiatan, tetapi kegiatan ekonomi dengan syarat utamanya adalah memenuhi protokol kesehatan," demikian Indra Yovi.

Baca juga: Lima daerah di Riau mulai diberlakukan PSBB 15 hingga 28 Mei

Baca juga: Kasus COVID-19 Riau diprediksi melonjak Juni dampak mudik Lebaran

Baca juga: Penularan COVID-19 dari klaster santri Magetan di Riau terus bertambah

Baca juga: Riau miliki 10 klaster penularan COVID-19


Pewarta : Frislidia
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar