Tim SAR masih mencari korban hanyut di Sungai Cisadea Cianjur

id cianjur, tim sar, basarnas jabar, bpbd cianjur,warga terseret arus

Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan korban yang terseret arus Sungai Cisadea, Cianjur yang tiba-tiba meluap, Senin (18/5/2020). ANTARA/Ahmad Fikri

Cianjur (ANTARA) - Tim gabungan SAR Jawa Barat dan BPBD Cianjur, Jawa Barat, Senin, masih berupaya menemukan Yusuf (16) warga Desa Girimukti, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, yang dilaporkan hilang terbawa arus Sungai Cisadea yang tiba-tiba membesar.

Informasi dihimpun, peristiwa tersebut berawal ketika Yusuf bersama empat orang temannya hendak memancing ikan di Sungai Cisadea tepatnya di Kampung Muaras Cikadu, Desa Muara Cikadu yang saat itu masih berarus tenang dengan debit air normal.

"Korban berenang bersama dua orang teman lainnya, kami bertugas menunggu joran (alat pancing) yang sudah terpasang. Saat itu korban berenang lebih jauh ke tengah dan saya ingatkan takut arus tiba-tiba besar," kata Haris teman korban saat dihubungi Senin.

Baca juga: Jasad dua warga yang terseret arus sungai di Cianjur ditemukan
Baca juga: Empat korban hanyut di Sungai Air Molek Riau ditemukan
Baca juga: Tiga warga Aceh Barat tenggelam di sungai, satu korban masih hilang


Tidak lama berselang, ungkap dia, arus sungai dari hulu tiba-tiba besar dan langsung menyeret tubuh Yusuf hingga menghilang, sedangkan dua orang temannya yang ikut berenang di tepi berhasil selamat dan naik ke darat.

Bahkan sebelum melaporkan hal tersebut ke warga sekitar dan aparat, keempat pemuda tersebut sempat berusaha mencari korban yang diduga sudah terseret jauh. Hingga akhirnya mereka meminta bantuan warga sekitar dan aparat setempat.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah, mengatakan pihaknya langsung mengirim tim ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga dan berkoordinasi dengan relawan BPBD Cianjur, untuk langsung melakukan pencarian korban.

Berbagai upaya dilakukan dengan membagi tim menyisir sungai dan pinggiran sungai untuk menemukan tubuh korban. Bahkan dua perahu karet diturunkan untuk penyusuran lebih jauh karena diduga tubuh korban sudah terbawa arus ke wilayah lain.

"Kami akan melakukan pencarian hingga jasad korban ditemukan, informasi di lapangan hingga sore menjelang pencarian belum membuahkan hasil. Kemungkinan pencarian akan dilanjutkan esok hari karena faktor cuaca," katanya.

Baca juga: Tim SAR gabungan cari warga diduga hanyut di tempuran Sungai Opak-Code
Baca juga: Korban hanyut di Sungai Glagahan Bantul ditemukan meninggal
Baca juga: SAR gabungan evakuasi siswa yang tenggelam di Sungai Brantas

 

Pewarta : Ahmad Fikri
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar