Ibadat Jumat Agung di Katedral Jakarta tanpa umat

id Gereja katedral,jumat agung,umat katolik,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019,aa

Dokumentasi - Petugas kebersihan melintas di depan pintu Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (5/4/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.

Jakarta (ANTARA) - Pelaksanaan Ibadat Jumat Agung di Gereja Katedral Jakarta Pusat pada Jumat sore dilaksanakan tanpa melibatkan umat akibat pandemi virus corona jenis baru atau COVID-19 di Tanah Air.

"Setahu saya ini pertama kalinya prosesi Ibadat Jumat Agung di Katedral tanpa umat," kata Jefri, salah seorang petugas keamanan internal, saat ditemui di Gereja Katedral Jakarta.

Pantauan ANTARA di lapangan terdapat lima orang petugas keamanan internal yang menjaga kawasan katedral. Setiap orang atau tamu yang masuk terlebih dahulu melapor dan disemprot cairan pembersih tangan untuk mengantisipasi COVID-19.

Pelaksanaan Ibadat Jumat Agung di Gereja Katedral dijadwalkan dua kali. Pertama pada pukul 15.00 WIB dan yang kedua pukul 17.00 WIB. Meskipun pelaksanaan ibadat tanpa umat, masyarakat, terutama pemeluk agama Katolik, tetap bisa menyaksikan konferensi video secara langsung yang disiarkan dari dalam katedral dan dipimpin oleh Uskup Ignatius Kardinal Suharyo.

Masih di lokasi yang sama, jajaran sepeda motor milik karyawan dan relawan kemanusiaan tersusun rapi di kawasan katedral. Selain itu juga terlihat belasan mobil operasional dan karyawan.

Selain tanpa umat, pelaksanaan Ibadat Jumat Agung tahun ini juga diwarnai hujan deras. Di sisi lain, walau tampak sepi, beberapa pedagang kaki lima masih tetap menjajakan makanan di depan gereja katedral.

Jumat Agung merupakan salah satu ibadat dalam Pekan Suci menjelang peringatan Paskah pada Minggu (12/4), didahului dengan beberapa ibadat lain, di antaranya Minggu Palma (5/4) dan Kamis Putih (9/4).

Plt. Direktur Urusan Agama Katolik Kementerian Agama F. X. Rudy Andrianto menyampaikan kesepakatan antara pihaknya dan pihak gereja terkait ibadat di rumah.

Baca juga: Kardinal Suharyo pimpin doa untuk masyarakat terdampak COVID-19

"Kami sepakat meniadakan semua kegiatan keagamaan kegerejaan yang bersifat mengumpulkan umat, namun kami masih bisa merayakan di Gereja Katedral dan paroki, dengan sederhana tanpa kehadiran umat," kata dia.

Baca juga: Peringatan Jumat Agung dari rumah, diapresiasi pemerintah

Gereja Katedral Jakarta, misalnya, telah menjadwalkan prosesi Ibadat Jumat Agung pada sore ini melalui kanal siaran langsung yang dapat diakses dengan internet atau saluran televisi.
Baca juga: PGI Lampung : Ibadah Paskah di gereja ditiadakan dialihkan ke rumah

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar