Polisi Mimika tangkap pembunuh Kilas Murib

id pembunuhan mimika,pembunuh kilas murib

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gede Era Adhinata (ANTARA/Evarianus Supar)

Timika (ANTARA) - Tim gabungan Opsnal Polres Mimika, Papua menangkap PK, pelaku pembunuhan terhadap Kilas Murib (23) di Jalan Yos Sudarso Timika, tepatnya di depan Gang Masbait, Kampung Nawaripi, Distrik Wania pada Sabtu (4/4) malam.

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gede Era Adhinata, di Timika, Rabu, mengatakan PK diamankan pada Selasa (7/4) setelah sebelumnya berkoordinasi dengan pihak keluarga dan juga pihak terkait lainnya.

"Untuk menangkap pelaku, kami berkoordinasi dengan pihak keluarga, ketua RT dan pihak terkait lainnya sehingga pelaku dapat kami amankan," kata AKBP Era Adhinata.

Kapolres mengatakan kasus pembunuhan terhadap Kilas Murib ini menjadi salah satu perhatian serius jajaran Polres Mimika, selain beberapa kasus besar lainnya seperti pembunuhan terhadap seorang warga di kawasan Irigasi Ujung dan teror penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di perkantoran PT Freeport Indonesia Kuala Kencana beberapa waktu lalu.

"Memang ini salah satu atensi kami, sehingga kami berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk mencari tahu keberadaan pelaku," ujar AKBP Era Adhinata.
Baca juga: Tiga jenazah aparat korban pembunuhan di Mimika diotopsi

Ia meminta warga Timika menyerahkan sepenuhnya penanganan masalah tersebut kepada jajaran kepolisian.

"Kami minta seluruh masyarakat Timika tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak main hakim sendiri jika terjadi lagi kasus-kasus serupa di kemudian hari," ujar AKBP Era Adhinata.

Hingga kini PK masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Mimika.

Almarhum Kilas Murib dianiaya sekelompok pemuda pada Sabtu (4/4) malam.

Saat itu, korban bersama seorang rekannya, EM, berboncengan sepeda motor dari arah Timika Mall menuju Nawaripi.
Baca juga: Karyawan Freeport eksekutor pembunuh warga SP3

Korban bersama rekannya itu sempat singgah di tempat pembuangan sampah Nawaripi, tepatnya di depan lorong menuju SMPN 7.

Tidak lama kemudian, sekelompok pemuda yang diperkirakan berjumlah 10 orang melempari korban dan rekannya.

Tidak terima dengan tindakan itu, korban memarkirkan sepeda motor untuk mencari batu guna melempar balik para pelaku yang melemparinya.

Belum sempat membalas aksi para pelaku, korban kemudian didatangi para pelaku dan dikeroyok seketika. Salah seorang di antara pelaku membawa senjata tajam lalu menusuk tubuh korban hingga dinyatakan meninggal dunia.

Pewarta : Evarianus Supar
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar