Polda Kalbar proses empat dugaan penyebar berita hoaks COVID-19

id penyebar hoaks,Polda kalbar,covid-19,hoaks

Ilustrasi kampanye anti hoaks. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Pontianak (ANTARA) - Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Komisaris Besar Polisi Donny Charles Go, menyatakan, saat ini Subdit Siber Crime Polda Kalimantan Barat bersama Polres jajaran sedang memproses empat dugaan penyebaran informasi hoaks yang beredar di media sosial di Kalimantan Barat.

“Sampai dengan saat ini, sudah ada empat Laporan Polisi (LP) yang masuk ke kami. LP itu terkait penyebaran berita hoaks tentang informasi Corona Virus Disease atau COVID-19. Di antaranya di Polres Singkawang dan Polres Ketapang dengan masing-masing dua LP sehingga semuanya ada empat LP," kata Go di Pontianak, Rabu.

Baca juga: Polri ungkap 77 kasus hoaks soal covid-19 di medsos

Ia mengatakan, akibat postingan yang tidak mendasar dan cendrung merupakan informasi bohong maka para pelaku dapat dijerat dengan UU ITE ini.

“Pertama untuk dua kasus di Singkawang, kita amankan dua orang yang dengan sengaja memposting dihalaman medsos pribadinya mengenai adanya pasien terduga Corona di RSUD Abdul Azis, yang di-posting 27 Februari lalu," katanya

Baca juga: Polda Lampung tangkap penyebar hoaks penutupan Pelabuhan Bakauheni

Kemudian lanjutnya, dua kasus lagi di Ketapang, yaitu postingan informasi mengenai adanya pasien WNA yang suspect COVID-19 di RS Agus Djam, dan satunya lagi mengenai informasi hoaks virus COVID-19 sudah masuk di sebuah Kecamatan di Ketapang, katanya

Menurut Donny, dengan adanya surat telegram Kapolri mengenai penindakan terhadap penyebar hoaks di tengah pandemic COVID-19, sehingga masyarakat diimbau jangan menyebarkan informasi-informasi hoaks.

Baca juga: Kemkominfo catat 1.096 hoaks terkait COVID-19

"Untuk itu kami telah memperketat patroli di media sosial. Upaya ini dilakukan untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat luas sehingga tidak menimbulkan kepanikan pada masyarakat," katanya.

Ia menambahkan jika terbukti telah menyebarkan berita hoaks, berdasarkan pasal 14 ayat (1) UU ITE, maka para pelaku ini dapat terancam dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara.

Baca juga: Polda Papua minta jangan sebar hoaks soal tanggap darurat
 

Pewarta : Andilala dan Slamet Ardiansyah
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar