Palembang (ANTARA News) - Petugas kebersihan kewalahan membersihkan tumbuhan gulma, enceng gondok, di sungai Musi terutama pada bulan April seperti sekarang karena banyak petani membersihkan sawahnya dan hanyut terbawa arus hingga ke sungai itu.

Pada saat bulan April seperti sekarang ini biasanya sampah eceng gondok banyak yang hanyut di Sungai Musi, kata Pengawas Dinas Kebersihan Kota Palembang di depan Benteng Kuto Besak, Harun sambil mengawasi anak buahnya memunguti sampah di Palembang, Jumat.

Menurut dia, pada bulan april seperti saat ini sampah eceng gondok yang datang dari Sungai Ogan dan Sungai Keramasan cukup banyak, karena biasanya petani membersihkan sawahnya dan sampahnya hanyut dibawa arus sungai.

Kalau sampahnya banyak dan terkadang tidak bisa diambil semuanya terutama yang berada di tengah-tengah sungai Musi, katanya sambil menunjuk ke tengah sungai.

Ia menyatakan, untuk di depan plaza benteng kuto besak Palembang ini petugas yang membersihkan sampah eceng gondok itu di sungai musi ada delapan orang.

Petugas kebersihan itu mulai bekerja pukul 07.00 WIB pagi hari sampai pukul 16.00 WIB sore hari, ujarnya.

Sampah eceng gondok yang diambil itu dengan menggunakan ketek (perahu kayu bermotor, red) itu terkadang dalam sehari bisa sampai 20 ketek.

Saat ini sudah ada empat unit ketek dan dengan jumlah sampah yang harus diambil begitu banyak, maka masih kurang dan perlu ditambah sebanyak 10 ketek lagi, kemungkinan nanti secara bertahap bakal ditambah jumlahnya, kata dia pula.

Sampah eceng gondok yang sudah diambil itu diangkut dengan menggunakan truk sampah untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) Palembang.

Dalam sehari sampah eceng gondok dari sungai Musi itu bisa sampai 2-3 truk, tambahnya.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009