Sepekan, cek fakta vaksin corona hingga penanganan COVID-19

id Virus Corona,COVID-19,Vaksin COVID-19,Ujian Nasional,Gunung Merapi Meletus,Wali Kota Padang

Benarkah vaksin COVID-19 sudah beredar? Ini faktanya (ANTARA)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita humaniora menjadi perhatian pembaca antaranews.com selama sepekan lalu mulai dari cek fakta penemuan vaksin virus corona hingga pembaruan informasi tentang penanganan COVID-19.

Jaringan ANTARA Cegah Hoaks menemukan sebuah disinformasi terhadap foto dengan kabar penemuan vaksin virus corona yang beredar melalui perpesanan instan WhatsApp dan menjadi perbincangan warganet.

Foto tersebut memperlihatkan sebuah kotak besar berwarna putih, satu brosur, satu botol kecil seperti botol obat tetes, dan dua kemasan plastik kecil bertuliskan "SGTI-flex COVID-19 IgM/IgG"

Foto yang disebut sebagai vaksin COVID-19 itu juga disertai narasi dengan mencatut Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sebuah perusahaan farmasi Roche Medical Company.

Berdasarkan penelusuran ANTARA, "SGTI-flex COVID-19 IgM/IgG" bukanlah vaksin untuk COVID-19, melainkan alat pendeteksi COVID-19 asal Korea Selatan yang diproduksi oleh Sugentech.

Informasi dari situs resmi Sugentech menyebutkan "SGTI-flex COVID-19 IgM/IgG" adalah alat tes untuk menentukan antibodi IgM dan IgG guna mendeteksi COVID-19 di dalam tubuh manusia.

Sementara itu, foto yang digunakan di dalam pesan berantai itu merupakan foto milik jurnalis Jerman Florian Witulski. Foto itu pertama kali diunggah Florian Witulski lewat akun Twitternya @vaitor, pada Sabtu (21/3).

"Korea telah selesai mengembangkan alat tes 10 menit untuk COVID-19 dan sekarang mereka sedang meningkatkan produksinya. Mereka berencana mengekspor 300.000 alat tes per minggu," demikian tulis @vaitor dalam akun resminya.

Terkait narasi bahwa Trump mengumumkan Roche Medical Company akan meluncurkan vaksin COVID-19 pada minggu depan dalam jumlah besar adalah informasi yang salah atau hoaks.

Hingga Selasa, AS masih melakukan uji coba vaksin kepada manusia. Setelah dilakukan uji coba, vaksin itu akan terus disempurnakan selama beberapa bulan sebelum dipasarkan secara luas.

Berita peniadaan ujian nasional untuk melindungi siswa dari virus corona penyebab COVID-19 juga menjadi salah satu berita yang menarik perhatian pembaca.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengatakan pihaknya dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sepakat pelaksanaan ujian nasional ditiadakan.

"Dari hasil rapat konsultasi DPR dan Kemendikbud, disepakati jika pelaksanaan UN SMP dan SMA ditiadakan, untuk melindungi siswa dari COVID-19," ujar Syaiful Huda dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/3).

Kesepakatan itu didasarkan atas penyebaran COVID-19 yang kian masif. Padahal, jadwal ujian nasional SMA harus dilaksanakan pada 30 Maret. Begitu juga ujian nasional SMP yang seharusnya dijadwalkan paling lambat akhir April mendatang.

Syaiful mengatakan wabah COVID-19 diperkirakan akan terus berlangsung hingga April sehingga tidak mungkin memaksakan siswa berkumpul melaksanakan UN di bawah ancaman wabah COVID-19.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah mengkaji opsi pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional sebagai pengganti ujian nasional. Namun, opsi tersebut hanya akan diambil jika pihak sekolah mampu menyelenggarakan ujian sekolah dalam jaringan.

Perhatian pembaca juga mengarah pada pembaruan informasi penanganan COVID-19 yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Hingga Sabtu (28/3) pukul 12.00 WIB, total positif COVID-19 di Indonesia menjadi 1.155 kasus, sementara 59 orang sembuh dan 102 meninggal dunia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan masih ada penularan di tengah masyarakat. Terdapat penambahan konfirmasi pasien positif sebanyak 109 kasus baru.

Selain itu pasien yang sembuh bertambah 13 orang, dan yang meninggal bertambah 15 orang. Sebelumnya, pada Jumat (27/3), tercatat 1.046 kasus positif COVID-19, 87 orang meninggal dan 46 orang sembuh.

Berita Gunung Merapi yang meletus pada Jumat (27/3) juga menjadi salah satu berita yang banyak dibaca.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meletus dengan tinggi kolom asap mencapai 5.000 meter dari puncak.

BPPTKG menyebutkan letusan Gunung Merapi yang terekam di seismogram pada pukul 10.46 WIB memiliki durasi 7 menit dengan amplitudo 75 mm. Arah angin saat terjadi letusan disebutkan mengarah ke Barat Daya.

Pernyataan Wali Kota Padang Mahyeldi yang akan menyumbangkan gajinya selama enam bulan untuk penanganan COVID-19 juga menjadi salah satu berita yang banyak dibaca.

"Saya donasikan gaji selama enam bulan ke depan untuk mengatasi wabah COVID-19 ini," kata Mahyeldi di Padang, Kamis (26/3).

Dia juga mengimbau kepala organisasi perangkat daerah dan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Padang untuk menyisihkan sebagian gaji, minimal 7,5 persen selama dua bulan, untuk membantu penanggulangan COVID-19.

Guna mencegah penyebaran virus corona penyebab COVID-19, Pemerintah Kota Padang telah meliburkan sementara kegiatan sekolah serta menutup objek wisata Pantai Air Manis dan Gunung Padang.

Selain itu, Pemerintah Kota Padang menginstruksikan penutupan sementara tempat hiburan seperti klub malam, diskotik, pub, karaoke, bar, griya pijat, bioskop, arena permainan anak, tempat biliar, kolam renang, spa, dan warnet. 

Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar