Pemkot Padang imbau masyarakat kurangi aktivitas di luar rumah

id Padang, Sumbar, Padang,Satu beita

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Sumatera Barat Feri Mulyani. ANTARA/ Mario Sofia Nasution

Padang (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Sumatera Barat Feri Mulyani mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitsa di luar rumah karena suhu panas yang melanda daerah itu.

“Karena suhu yang cukup panas kami imbau agar tidak keluar rumah namun jika terpaksa sebaiknya memakai pelindung diri jika beraktivitas di luar rumah,” kata dia di Padang, Kamis.

Ia mengatakan sejauh ini kami belum menerima laporan adanya lonjakan penyakit tertentu akibat suhu panas yang terjadi di Padang.

“Untuk suhu di Padang saat ini jika dibandingkan dengan Mekah tentu lebih panas di sana namun untuk di Kota Padang memang cukup tinggi,” kata dia.

Menurut dia jika suhu panas terjadi dalam waktu yang cukup lama tentu akan berpengaruh kepada manusia terutama bagi anak-anak, balita dan lansia.
Baca juga: BMKG: Suhu panas turun seiring pertumbuhan awan hujan

Ia mengatakan suhu panas ini dapat menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) bahkan jika suhu panas tinggi mencapai 45 derajat celcius mampu menyebabkan heat stroke.

“Kami mengimpau masyarakat untuk mengonsumsi air minum sebanyak dua liter per hari untuk menghindarkan kekurangan cairan tubuh,” kata dia

Sebelumnya Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau Yudha Nugraha memperkirakan suhu panas di Padang akan terus meningkat hingga dua hari ke depan.

Ia mengatakan kondisi cuaca di Sumbar sebetulnya normal namun suhu udara memang lebih tinggi dari sebelumnya yakni pada siang hari diperkirakan mencapai 31 sampai 32 derajat celsius.

Baca juga: Cuaca panas masih berpotensi terjadi sepekan ke depan
Baca juga: Kemenkes imbau masyarakat banyak minum air putih di tengah suhu panas

"Kemudian tingkat kelembaban udara pada siang hari juga meningkat yakni mencapai 75 sampai 95 persen," kata dia.

Jika dibandingkan dengan sebelumnya, saat ini memang terasa lebih panas. Karena sebelumnya cuaca panas disertai dengan angin kencang, kata dia.

Ia juga mengatakan suhu panas tersebut disebabkan karena kurangnya pertumbuhan awan. Sehingga sinar matahari langsung tembus ke bumi tanpa dihalangi awan.

"Sehingga pada siang hari langit tampak cerah. Akan tetapi di beberapa daerah perbukitan sudah mulai muncul awan," kata dia.
Baca juga: Kemenkes minta masyarakat waspadai dampak kesehatan akibat suhu panas
Baca juga: Gerak semu matahari pemicu suhu panas


Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar