Peserta pelatihan di BLK Kendari dituntut melek teknologi

id BLK

Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kemnaker Bambang Satrio Lelono. ANTARA/Harianto

Kendari (ANTARA) - Para peserta yang mengikuti pelatihan berbasis kompetensi (PBK) di Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara dituntut untuk tidak hanya memiliki skil dan kompetensi, tetapi dituntut melek teknologi.

"Pelatihan tidak hanya tentang technical skill, soft skill, tetapi perlu juga ditambah digital skill agar siapa pun yang pelatihan di BLK Kendari juga melek digital karena ke depan adalah zaman era digital," kata Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kemnaker Bambang Satrio Lelono, Jumat.

Baca juga: Pendidikan vokasi BLK dinilai solusi tenaga siap pakai industri

Menurut Bambang, di era digital seperti saat ini, orang bekerja harus juga mampu memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang.

Ia mengungkapkan jika seseorang tidak paham bagaimana menggunakan teknologi maka akan ketinggalan.

Baca juga: Menaker harapkan BLK siapkan tenaga kerja sambut ibu kota

Oleh karena itu, lanjutnya, seseorang harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

"Saya mendorong seluruh peserta pelatihan BLK Kendari dapat terlibat aktif dalam menyosialisasikan manfaat pelatihan yang dilaksanakan di BLK Kendari dengan menggunakan multimedia termasuk media sosial sehingga seluruh masyarakat tahu manfaat untuk maju dalam pengembangan sumber daya manusia," ungkapnya.

Baca juga: Kemenkumham Sultra gandeng BLK dorong keterampilan warga binaan

Ia juga menyampaikan kepada para peserta BLK tidak salah dalam memilih jurusan kepelatihan.

Ia menyarankan agar memprogram pelatihan yang sesuai dengan potensi diri, sesuai dengan bakat dan diselaraskan dengan potensi atau peluang kerja yang ada.

"Sehingga nantinya setelah selesai pelatihan dari BLK Kendari langsung bisa bekerja," ungkapnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada peserta di BLK Kendari membangun koneksi dengan siapa saja, baik dengan lingkungan BLK dengan lingkungan industri.

Karena, kata dia, jejaring inilah yang menentukan atau membuka akses informasi, membuka akses peluang untuk meningkatkan keterampilannya, meningkatkan keahliannya.

Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar