Syamsir Andili wafat, Gubernur sebut Malut kehilangan tokoh santun

id Kehilangan

Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba saat bersama Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman melepas jenazah mantan Wali Kota Ternate, Syamsir Andili di masjid raya Al-Munawwar Ternate (ANTARA/Abdul Fatah)

Ternate (ANTARA) -
Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba saat bersama Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman bersama puluhan ribu warga Ternate menggelar salat jenazah mantan Wali Kota Ternate, Syamsir Andili di masjid raya Al-Munawwar Ternate (Abdul Fatah)
Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba menyatakan, Malut kehilangan tokoh politisi santun Syamsir Andili yang dikenal sebagai perekat dan pengayom bagi semua kalangan selama memimpin Kota Ternate selama 13 tahun.

"Hi Syamsir Andili mantan Wali Kota administratif Ternate 1996-2000 dan Wali Kota Ternate 2000-2010 adalah satu-satunya sosok pemimpin yang masih menjadi harapan dan semangat bagi Malut, karena memiliki segudang pengalaman yang sudah dibuktikan baik semasa menjabat sebagai Wali Kota Ternate maupun kiprahnya dalam partai politik dan berbagai organisasi kemasyarakatan pemuda, sehingga wajar kiranya puluhan ribu warga turut melayat dan mengantarnya ke tempat peristirahatan terakhir di pekuburan keluarga kawasan Maliaro," kata Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba usai shalat jenazah di Masjid Raya Al-Munawwar Ternate, Jumat.

Menurut Gubernur, Syamsir Andili memiliki komitmen kerakyatan dan pembangunan yang membawa perubahan bagi masyarakatnya dan selama memimpin Ternate menjadi kota maju , damai dan sejahtera untuk semua orang tanpa melihat suku , agama dan golongan dalam bingkai persaudaraan Malut yang setara dengan propinsi lainnya di kancah pembangunan Nasional.

Bahkan, Deklarator Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia Maluku Utara tahun 1978 dan Dewan Penasehat DPD AMPI Maluku Utara 1979-1988 ini, adalah Alumni HMI cabang Manado 1970-1975 yang pernah menjadi Ketua KNPI Maluku Utara dua periode 1979-1985 sehingga bakat dan komitmen kepemimpinannya sudah terintis sejak usia muda, sehingga Syamsir Andili dikenal birokrat-politisi berpengalaman itu sangat dekat dengan berbagai kalangan masyarakat, terutama tokoh pemuda, tokoh agama dan kalangan aktivis mahasiswa.

Gubernur mengakui, sebelum meninggal pernah mengajak Syamsir Andili untuk berobat di Rumah Sakit Singapura, tetapi bersangkutan menolaknya.

Olehnya itu, dirinya sangat mengapresiasi Syamsir Andili selama memimpin dan meletakkan pembangunan kota Ternate sebagai icon Malut.

Bahkan, saat berniat membangun masjid raya Al-Munawwar sekitar perairan Ternate itu, mendapat reaksi dan dilaporkan ke pihak berwajib, namun dirinya tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan masjid dan digunakan sebelum berakhir jabatannya sebagai Wali Kota Ternate.

Sementara itu, Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman menyatakan, sosok Syamsir Andili semasa hidup merupakan tokoh birokrat dan politisi senior yang dimiliki Malut.

Dimana, Syamsir Andili memiliki andil cukup besar dalam membangun Kota Ternate dan memiliki dedikasi membangun daerah ini, sehingga menjadi salah satu icon kota sejarah dan budaya.

"Tentunya, karier dan pengalaman berorganisasi hingga ke politik politik, pemerintahan maupun keterlibatannya, sosok Syamsir Andili bukan pendatang baru, berbekal pengalamannya selama sepuluh tahun 1987-1996 sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku di Ambon memiliki andil untuk pembangunan Kota Ternate," katanya

Pewarta : Abdul Fatah
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar