Disbudpar: Pendopo Gubernur Aceh dibuka untuk wisatawan

id Banda Aceh ,Pemerintah Aceh ,disbudpar,pendopo,plt gubernur aceh,nova iriansyah,museum

sebanyak 250 orang pelajar dari sekolah SD IT Cendikia Aceh Besar berkunjung ke pendopo gubernur Aceh.

Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menyatakan Pendopo Gubernur Aceh akan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang saat ini telah dibuka untuk umum.

"Pembukaan pendopo untuk umum ini sejalan dengan arahan Plt Gubernur Aceh untuk menjadikan pendopo sebagai salah objek wisata sejarah yang dapat dikunjungi wisatawan, karena pendopo memiliki riwayat sejarah," kata Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin di Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan Pendopo Gubernur Aceh yang berada di Banda Aceh tersebut dibuka untuk umum yakni dari hari Senin dan Kamis pada pukul 10.00-12.00 WIB.

"Bagi yang ingin berwisata ke Pendopo Gubernur Aceh dapat datang ke Museum Aceh sebelumnya, kemudian ada pemandu kita yang akan membawa ke Pendopo," katanya.

Ia meyakini dengan dibukanya Pendopo Gubernur Aceh untuk umum akan mampu meningkatkan kunjungan ke Aceh termasuk ke Museum Aceh untuk mengenalkan sejarah Aceh kepada para pengunjung.

Pada pembukaan perdana Pendopo Gubernur Aceh untuk umum, sebanyak 250 orang pelajar dari sekolah SD IT Cendikia Aceh Besar berkunjung ke pendopo gubernur Aceh.

Kunjungan tersebut dalam rangka pelaksanaan program/kegiatan UPTD Museum Aceh "Belajar Bersama Museum", di mana para peserta yang terdiri dari para pelajar diajak untuk mengenal Museum Aceh dan situs bersejarah Aceh lebih dekat.

Situs-situs yang dikunjungi selain Museum Aceh dan Rumoh Aceh adalah Kandang Meuh, Makam Sultan Iskandar Muda dan pendopo gubernur Aceh.

Para peserta terlihat sangat antusias dan tertarik dengan apa yang mereka lihat secara langsung ditambah dengan penjelasan para pemandu dari Museum Aceh.

Baca juga: Pembangunan di Banda Aceh setelah 15 tahun tsunami diapresiasi DPD

Baca juga: Kenang 15 tahun tsunami Aceh, ziarah dilakukan di pekuburan massal

 

Pewarta : M Ifdhal
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar