Persiapan Imlek, Klenteng Xiang Ma Makassar bersihkan patung dewa

id Pembersihan patung, dewa dewi, klenteng Xiang Ma, Imlek 2571, perayaan Imlek, jalan Sulawesi, pengurus klenteng, Dewi Xiang Ma. Tahun baru Imlek.,Maka

Sejumlah pengurus Vihara Istana Naga Sakti, Klenteng Xiang Ma, memasangkan baju baru di patung Dewi Xiang Ma, jalan Sulawesi, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/1/2020). ANTARA/Darwin Fatir/am.

Makassar (ANTARA) - Sejumlah pengurus Vihara Klenteng Xiang Ma di Jalan Sulawesi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar prosesi pembersihan serta pencucian patung dewa dewi sebagai persiapan merayakan Hari Raya Imlek 2571 masehi atau tahun 2020.

"Prosesi bersih-bersih patung dewa dewi di vihara ini dilakukan selama empat hari mulai lantai lima, tiga, dua dan hari ini puncaknya di lantai satu," tutur Ketua Pembina Klenteng Xian MaKadir Gunawan di vihara setempat, Sabtu.

Menurut dia, pembersihan patung dewa dewi yang berjumlah seratusan di vihara tersebut adalah bagian dari tradisi menjelang perayaan Imlek yang jatuh pada Sabtu, 25 Januari 2020.

Pihaknya mempercayai para dewa dewi di vihara menjelang Imlek akan naik ke langit selama empat hari, selanjutnya akan turun kembali ke vihara.

"Makna dari bersih-bersih ini supaya saat mereka kembali nanti di alam dunia semua pakaiannya sudah bersih. Semua pengurus ikut melakukan pembersihan selama empat hari," ujar dia menambahkan.

Dewan Pembina lainnya di Vihara Istana Naga Sakti Klenteng Xiang Ma, Riady Panorama menambahkan, Imlek tahun ini memasuki tahun Shio Tikus Tanah. Kelender Cina tahun ini masih 2570 Masehi sehingga pada acara puncak tahun baru Imlek akan masuk ke 2571 Masehi

Menurut dia, ada 12 Shio dalam kalender penanggalan Cina dan tahun ini akan masuk ke tahun Tikus Tanah. Harapannya tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Mengenai filosofi shio tikus tanah akan menambah kemakmuran.

"Semua shio itu bagus, kita berharap tahun ini ekonomi kita semakin membaik dan Kota Makassar akan semakin aman dan damai," harapnya.

Baca juga: Kesenian tradisional Magelang ramaikan Cap Go Meh
Baca juga: Wali Kota Makassar berkeliling ke sejumlah tokoh Tionghoa


Ketua Klenteng Xiang Ma Makassar Elsieh Heriwati pada kesempatan itu mengatakan sejumlah patung jubahnya diganti yang baru bahkan ada yang menyumbang kalung emas untuk dikenakan Dewi Xiang Ma agar lebih cantik serta lebih bersahaja.

"Pada puncak malam Imlek, Klenteng Xiang Ma akan dibuka sampai pukul 12 malam untuk memberikan kesempatan kepada jemaah lain memanjatkan doa. Memang seperti itu tradisinya dari tahun ke tahun," ujarnya.

Ia berharap tahun ini akan bisa lebih baik dari tahun lalu, ekonomi semakin baik dan kesejahteraan masyarakat juga akan lebih sejahtera.
Suasana pencucian dan bersih-bersih patung dewa dewi di Vihara Istana Naga Langit, Klenteng Xiang Ma, jalan Sulawesi, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/1/2020). ANTARA/Darwin Fatir.


Salah seorang pengunjung vihara, Aminati Rasti mahasiswa Unhas ditemui di vihara setempat menuturkan, kedatangannya ke rumah ibadah itu untuk melihat langsung prosesi pembersihan patung sekaligus bagaimana persiapan perayaan Imlek.

"Ke sini untuk melihat langsung persiapan dan bersih-bersih patung dewa, sebab saya penasaran selama ini hanya melihat di media dan televisi. Seru juga melihat prosesnya, selain kita bisa belajar toleransi antar umat beragama, juga menjadi objek wisata budaya," tuturnya.

Dari pantauan di Klenteng itu, pengurus melakukan bersih-bersih patung salah satunya Dewi Xiang Ma. Jubahnya yang selama ini dikenakan diganti yang baru bahkan dipasangkan kalung emas atas sumbangan pengurus, patung-patung lainnya juga bersihkan menggunakan lap secara hati-hati dan kaca penutup patung ikut dibersihkan dari debu yang melekat.

Rencananya, dua hari menjelang tahun baru Imlek, di depan pintu vihara akan dipasangkan beberapa lilin raksasa seperti pada tahun sebelumnya. Biasanya menjelang perayaan Imlek akan banyak pengemis berkumpul di depan vihara untuk memohon darma atau sedekah.

Baca juga: Ribuan orang padati di Pecinan jelang Imlek
Baca juga: Perayaan Cap Go Me dirangkaikan karnaval budaya

 

Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar