Ribuan rumah di 9 kelurahan Pangkalpinang terendam banjir

id Banjir pangkalpinang

Ilustrasi - Anggota Korem 045/Gaya melakukan simulasi penyelamatan korban bencana banjir di Taman Mandara Pangkalpinang, Jumat (6/12). (babel.antaranews.com/ Donatus DP)

Pangkalpinang (ANTARA) - Sekitar 3.000 unit rumah warga di sembilan kelurahan Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terendam banjir, karena hujan lebat mengguyur ibukota provinsi itu.

"Saat ini tim reaksi cepat (TRC) masih membantu dan bersiaga di titik-titik banjir," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Babel, Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan hujan lebat disertai angin kencang sekitar pukul 13.00 WIB hingga sore mengakibatkan banjir dan genangan air setinggi 30 centimeter hingga satu meter di sembilan kelurahan.

"Kita belum bisa memastikan berapa kerugian akibat banjir kali ini," ujarnya tanpa menyebutkan kelurahan mana saja terdampak bencana ini.

Baca juga: BPBD Pangkalpinang terjunkan 90 anggota pantau lokasi banjir

Baca juga: Pemkot - DPRD Pangkalpinang diminta bersinergi tuntaskan banjir

Baca juga: Gubernur: Bandara Depati Amir Pangkalpinang terancam banjir


Menurut dia, banjir dan genangan air ini tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga fasilitas umum seperti jalan, sekolah dan SPBU.

"Alhamdulillah, saat ini air sudah surut dan warga dibantu TRC, Tagana dan Kepolisian membersihkan fasilitas umum dan rumah warga terdampak banjir," katanya.

Ia mengimbau masyarakat Kota Pangkalpinang,  khususnya warga di sembilan kelurahan terdampak banjir untuk mewaspadai banjir susulan karena potensi hujan lebat masih terjadi di daerah itu.

Selain itu, warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan khususnya saluran air, agar air hujan bisa lancar ke sungai.

"Mudah-mudahan hari ini tidak terjadi banjir yang meredam ribuan rumah di sembilan kelurahan ini," katanya.*

Baca juga: Banjir paksa sebagian warga Pangkalpinang mengungsi

Baca juga: Pangkalpinang hampir lumpuh kembali akibat banjir

Pewarta : Aprionis
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar