Ritual Tiwah Massal di Kalteng diminati wisatawan mancanegara

id tiwah massal 2019,guntur talajan,disbudpar kalteng,palangka raya,tiwah

Dua wisatwan asing saat menyaksikan dan mengikuti prosesi Tiwah Massal 2019 di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. (HO/Disbudpar Kalteng)

Palangka Raya (ANTARA) - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah, Guntur Talajan mengatakan pelaksanaan Tiwah Massal yang masuk dalam tahapan Tabuh (pengorbanan hewan) mampu menarik kedatangan wisatawan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

"Terjadi respon positif dari wisatawan terhadap pelaksanaan ritual Tiwah. Semakin banyak wisatawan yang menyaksikan prosesi acara ini. Tak hanya wisatawan nusantara tetapi juga mancanegara. Termasuk datangnya belasan wisatawan asal Jerman dan Belanda yang antusias menyaksikan dan mengikuti beberapa proses ritual Tiwah Massal," kata Guntur di Palangka Raya, Kamis.

Ritual Tiwah massal atau upacara penyucian dan mengantarkan roh leluhur ke alam surga bagi umat Hindu Kaharingan yang digelar masyarakat Dayak ini masuk Calendar of Event (CoE) Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Untuk itu, pelaksanaan ritual yang rata-rata memakan waktu hingga sebulan penuh untuk seluruh prosesnya tersebut akan dijadikan agenda rutin tahunan.

Baca juga: Ritual Tiwah massal masuk "Calendar of Event" Kemenpar

Baca juga: Pemprov Kalteng sediakan anggaran mendukung pelaksanaan ritual `Tiwah`

Baca juga: Singkawang gelar Gawai Dayak Naik Dango


Guntur yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kalteng itu mengatakan, saat ini acara Tiwah Massal tengah dilaksanakan di Desa Sigi, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah dan diikuti sebanyak 14 kepala keluarga.

"Saat ini proses Tiwah sudah masuk prosesi tabuh dua, dimana masyarakat termasuk wisatawan nusantara dan wisman yang mencapai ribuan orang memenuhi lokasi Tiwah. Saat tabuh satu yang lalu ada delapan kerbau (Hadangan) telah menjalani prosesi penombakan. Sedangkan pada tabuh dua ada tiga kerbau," katanya.

Pada upacara Tiwah atau penyucian ini, makam mendiang dibongkar kembali untuk dilakukan pembersihan pada sisa tulang-belulang jenazah. Tulang-belulang akan dibersihkan yang selanjutnya diletakkan pada sandung atau rumah kecil.

Bagi umat Hindu Kaharingan, rumah inilah yang menjadi tempat peristirahatan terakhir keluarga yang telah meninggal dunia.

Sebelumnya Wakil Bupati Pulang Pisau, Pudjirustaty Narang, mengapresiasi keputusan Pemerintah Kalteng yang menggelar kegiatan Tiwah Massal ke-2 itu.

Bagaimanapun, kata dia, kegiatan Tiwah Massal ke-2 ini mendukung dalam membantu promosi keunikan dan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Pulang Pisau.*

Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar