Humaniora kemarin, prototipe baterai nuklir hingga bimbingan pranikah

id Humaniora,Bimbingan pranikah

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan meninjau pengembangan baterai nuklir di Kampus UGM, Yogyakarta, Jumat (22/11/2019). (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)

Jakarta (ANTARA) - Beragam berita humaniora kemarin, Jumat (22/11), menyita perhatian pembaca, termasuk di antaranya kelanjutan kebijakan sertifikasi dan bimbingan pranikah untuk para calon pasangan suami istri, soal pro dan kontra pemasangan iklan rokok di dunia maya, hingga perkembangan penelitian baterai lithium untuk mobil listrik yang dilakukan sejumlah lembaga riset, perusahaan swasta dan universitas di bawah Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemristek/BRIN).

Berikut sejumlah berita humaniora yang masih menarik untuk disimak pagi ini.

Pemerintah hanya akan wajibkan bimbingan pranikah

Pemerintah hanya akan mewajibkan pasangan yang hendak menikah mengikuti bimbingan pranikah supaya mereka mendapatkan cukup bekal pengetahuan mengenai persiapan berkeluarga, tidak mengharuskan mereka memiliki sertifikat bimbingan pranikah untuk bisa menikah, kata Deputi Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ghafur Dharmaputra.

Selanjutnya dapat dibaca di sini

Kelanjutan rencana yang pelarangan iklan rokok di internet dipertanyakan

Tobacco Control Support Center-Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI) mempertanyakan kelanjutan rencana pemerintah terhadap iklan rokok di internet yang tidak ada batasan dan mudah diakses oleh anak-anak. Berita selengkapnya dapat dibaca di sini.

Prototipe baterai nuklir berhasil dikembangkan tim peneliti UGM

Tim peneliti Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan prototipe baterai niklir sebagai sumber energi listrik yang diperkirakan memiliki daya tahan hingga 40 tahun.

Simak berita selengkapnya di sini.

ACT dirikan Indonesia Medical Clinic layani korban konflik gaza

Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendirikan Indonesia Medical Clinic di Gaza, Palestina dan mendistribusikan bantuan berupa alat-alat medis kepada 338 jiwa yang menjadi korban setelah Israel menyerang wilayah tersebut pekan lalu.

Baca beritanya di sini.
 

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar