ISPA disebut Dinkes Sidoarjo bisa dipicu dari pembakaran sampah

id Dinkes Sidoarjo, pemkab sidoarjo,pembakaran sampah,plastik,energi,pabrik tahu,penyakit ISPA

Pemkab Sidoarjo mengajak kepada anak anak tidak takut makan telur (FOTO ANTARA/HO-Pemkab Sidoarjo)

Sidoarjo, Jatim (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur menyebutkan jika pembakaran sampah yang digunakan sebagai bahan bakar pembuatan tahu di Desa Tropodo, Krian, Sidoarjo bisa memicu terjadinya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syaf Satriawarman saat dikonfirmasi di Sidoarjo Jawa Timur, Jumat menjelaskan saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya peningkatan jumlah pasien penyakit ISPA di puskesmas yang ada di wilayah setempat.

"Kami mencari informasi di puskesmas setempat dan laporannya menyebutkan kalau tidak ada peningkatan pasien akibat pembakaran sampah itu. Tetapi kalau kondisi itu terus dibiarkan tentunya bisa memicu penyakit ISPA," katanya.

Ia menjelaskan, dalam dua hari terakhir ini pihaknya melakukan uji pernafasan dengan spirometri dan hasilnya memang kurang bagus dan kalau hal itu diteruskan nantinya warga akan terkena ISPA.

"Pengambilan contoh itu dilakukan secara acak, bagi siapa saja masyarakat yang mau. Terutama kepada ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di tempat itu. Hasilnya 70 persen hasilnya kurang bagus," katanya.

Menyingkap permasalahan ini, kata dia, seperti membuka lembaran masalah beberapa bulan lalu yang sudah pernah dibahas, di mana untuk mengatasi masalah itu harus diselesaikan secara menyeluruh, termasuk juga dari pemasok sampah yang digunakan warga sebagai bahan bakar pembuatan industri tahu.

"Kami sudah berkoordinasi lintas sektoral, dan masyarakat lebih memilih untuk menggunakan bahan bakar plastik karena nilai ekonominya jauh lebih murah dibandingkan dengan bahan bakar yang lain. Ambil contoh, gas yang harganya masih lebih mahal, dan tidak bisa kompetitif," katanya.

Ia menjelaskan, saat ini yang bisa dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo adalah meminta supaya tidak menggunakan bahan bakar sampah plastik supaya tidak lagi masyarakat yang terpapar potensi penyakit ISPA.

"Harus dilakukan secara komprehensif lintas sektoral terkait dengan kasus ini," kata Syaf Satriawarman.

Sebelumnya Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bersama dengan Forkopimda setempat, juga melakukan aksi makan telur bersama sebagai bukti kalau telur dari Kabupaten Sidoarjo aman untuk dikonsumsi, tidak berbahaya dan terpapar bahaya dioksin yang dihasilkan dari pembakaran sampah bahan bakar pabrik tahu.

"Kami memilih telur untuk di konsumsi bersama tujuannya untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa telur yang berasal dari Sidoarjo aman dan layak di makan," ujarnya

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jatim dan pemerintah pusat untuk melakukan pengujian sample di lokasi, yakni Desa Tropodo, Krian, Kabupaten Mojokerto mulai dari telur dan dagingnya.

"Sudah kami lakukan pengujian, kerja sama dengan BP FAT Jogjakarta dan Bogor," katanya.

Baca juga: Sidoarjo ingin tiap desa punya tempat pengelolaan sampah terpadu

Baca juga: Jatim kembangkan pengolahan sampah plastik menjadi energi listrik

Baca juga: Komunitas Nol Sampah buat surat terbuka untuk Gubernur Jatim

Pewarta : Indra Setiawan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar