KPK turut menggeledah rumah tersangka baru korupsi RTH Pemkot Bandung

id DADANG SUGANDA, RTH PEMKOT BANDUNG, KPK,KORUPSI RTH BANDUNG

Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/11/2019) terkait penetapan tersangka baru dalam pengembangan perkara korupsi pengadaan tanah untuk ruang terbuka hijau (RTH) di Pemerintah Kota Bandung Tahun 2012-2013. (ANTARA/Benardy Ferdiansyah)

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menggeledah rumah Dadang Suganda (DSG), wiraswasta yang merupakan tersangka baru dalam pengembangan perkara korupsi pengadaan tanah untuk ruang terbuka hijau (RTH) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung Tahun 2012-2013.

"Untuk kepentingan penyidikan, kemarin Rabu (20/11) KPK telah melakukan geledah di rumah tersangka DSG di Jalan AH Nasution, Kelurahan Pasir Endah, Kecamatan Ujung Berung, Bandung," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis.
Baca juga: Konstruksi perkara tersangka baru korupsi RTH Pemkot Bandung

Dari lokasi penggeledahan itu, kata Febri, disita dokumen-dokumen terkait RTH dan bukti kepemilikan aset-aset yang diduga terkait dengan perkara.

Selain itu dalam proses penyidikan untuk tersangka Dadang, sejak 16 Oktober 2019, KPK sudah memeriksa 20 orang saksi. "Termasuk pemeriksaan hari ini yang dilakukan di Polresta Bandung," ujar dia.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut, yaitu mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung Herry Nurhayat (HN), anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014 Tomtom Dabbul Qomar (TDQ), dan anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014 Kemal Rasad (KS).

"Sebelumnya juga telah dilakukan penggeledahan di rumah TDQ di Jalan Cigadung Valley Residence, Cibeunying Kaler, Kota Bandung," ujar Febri.
Baca juga: KPK tetapkan satu tersangka baru kasus korupsi RTH Pemkot Bandung

Selain itu, ia juga mengungkapkan dalam proses penanganan perkara tersebut secara keseluruhan, KPK telah menerima pengembalian uang dan aset sejumlah Rp8 miliar.

"KPK akan mengejar aliran dana lain yang diduga dinikmati oleh sejumlah pihak dalam perkara ini untuk memaksimalkan asset recovery. KPK mengingatkan juga pada pihak-pihak yang pernah menikmati aliran dana agar kooperatif dan mengembalikan uang ke KPK," katanya pula.
Baca juga: KPK ingatkan "penikmat" aliran dana RTH Kota Bandung kembalikan uang

Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar