Pekerja tambang ditemukan tewas setelah tertimbun sekitar empat jam

id pekerja tambang,korban reruntuhan tebing

​​​​​​​Petugas usai mengevakuasi salah satu korban Arif, dalam peristiwa kecelakaan tambang di Gunuang Sariak, Kuranji, pada Kamis malam (14/11). (ANTARA/Fathul Abdi)

Padang, (ANTARA) - Salah seorang pekerja tambang tanah liat di Gunuang Sariak, Kuranji, Padang, Sumatera Barat, Arif (21) ditemukan tewas setelah tertimbun material tanah sekitar empat jam.

"Korban ditemukan setelah pencarian menggunakan alat berat, posisinya tidak jauh dari eskavator yang dioperatorinya, dalam keadaan meninggal dunia," kata ‎Ketua Pelaksana Penyelamatan Basarnas Padang, Ryan di Padang, Kamis.

Diketahui Arif merupakan operator alat berat yang sedang beraktivitas di lokasi kejadian, sebelum tebing setinggi puluhan meter itu terban atau runtuh.

Baca juga: Sejumlah pekerja tambang tertimbun material di Kuranji Padang

Ia mengatakan tubuh korban yang tertimbun ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB, di kedalaman tiga hingga empat meter.

Petugas sempat mengalami kesulitan untuk mengevakuasi karena tubuh korban tergencet batu, namun sekitar pukul 19.00 WIB evakuasi berhasil dilakukan.

Setelah dievakuasi korban langsung dibawa ke rumah duka.

Dengan dievakuasinya korban, maka proses penyelamatan langsung dihentikan. Arif merupakan salah satu dari dua pekerja yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Korban lainnya yaitu Syukri alis Pak De (50) yang merupakan supir truk sudah dievakuasi sebelumnya, dalam kondisi meninggal dunia.

Selain dua korban tersebut, reruntuhan tanah juga menimbun dua kendaraan, yaitu truk dan alat berat.

Proses evakuasi sudah berlangsung sejak pukul 13.30 WIB dan mengerahkan empat unit alat berat.

Sementara Kepala Kepolisian Sektor Kuranji AKP Armijon, mengatakan peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Baca juga: Basarnas kerahkan empat alat berat cari pekerja tambang tertimbun

Pewarta : Laila Syafarud
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar