Urat otot putus, korban bom bunuh diri di Medan jalani operasi

id Bom bunuh diri,Bom di medan,Bom bunuh diri di medan,Korban bom bunuh diri di medan,Polrestabes Medan,Kepala RS Bhayangkara Polda Sumut Kombes dr Anton

Petugas saat melakukan penggeledahan di rumah RMN (24), di Jalan Marelan, Pasar 1 Rel, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, Medan, Sumatera Utara, Rabu sore. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Medan (ANTARA) - Tiga dari enam korban ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Markas Komando Polres Kota Besar (Polrestabes) Medan pada Rabu (13/11) menjalani operasi.
 
Kepala RS Bhayangkara Polda Sumut Kombes dr Antonius Ginting, Kamis, mengatakan, salah satu dari ketiga korban menjalani operasi urat otot yang putus.
 
“Itu operasi penyambungan tendon. Penyambungan urat otot yang sempat terputus. Sudah berhasil dilakukan operasi oleh tim ortopedi,” katanya.

Baca juga: Istri RMN diduga rencanakan aksi teror di Bali
 
Ia menyebutkan, tim medis juga melakukan operasi pada salah satu korban luka bakar, karena luka bakar yang diderita mencapai 25 persen.
 
"Kemarin langsung kita lakukan penanganan darurat. Dokter-dokter spesialis dikerahkan untuk melakukan penanganan,” ujarnya.
 
Mengenai proses penyembuhan, katanya, diperkirakan mencapai lima sampai tujuh hari. Selanjutnya para korban akan menjalani rawat jalan.

Baca juga: Petugas sita barang di rumah guru ngaji terduga pelaku bom bunuh diri
 
"Saat ini seluruh korban kondisinya terus membaik, hanya tinggal proses penyembuhan," ujarnya.
 
Diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi di Makopolrestabes Medan di Jalan HM Said Medan, Rabu pagi sekitar pukul 08.45 WIB.

Baca juga: Guru ngaji terduga pelaku bom di Medan dikenal sangat tertutup
 
Ledakan yang diduga bom bunuh diri itu dilakukan seseorang berinisial RMN (24). Terduga pelaku meledakkan diri di sekitar kantin Polrestabes Medan. Akibatnya, enam orang terluka.

Baca juga: Mertua pelaku bom: RMN berubah sejak enam bulan terakhir

Pewarta : Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar