Menristek inginkan lembaga kembangkan riset tidak secara eksklusif

id menristek,bambang ps brodjonegoro,Sinergi riset

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro saat memberikan keterangan pers di Kampus Unair Surabaya, Senin (11/11/2019). ANTARA FOTO/Willy Irawan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menginginkan agar pihak-pihak yang mengembangkan riset, teknologi dan inovasi tidak melakukannya secara eksklusif dan sendiri-sendiri.

"Sudah saatnya riset tidak eksklusif hanya miliknya perguruan tinggi, LIPI, perusahaan, lembaga tertentu, tapi kita ingin semua pihak di Indonesia mengubah mindset untuk bersinergi," kata Menristek Bambang kepada wartawan dalam acara penganugerahan Habibie Award ke-21 di Jakarta, Selasa.

Selain itu, dia juga menginginkan agar pola pikir pelaku sektor manufaktur juga harus bergerak pada pengembangan dan peningkatan daya saing produk dengan menciptakan produk yang orisinil berdasarkan inovasi.

Baca juga: BRIN lanjutkan mimpi Habibie komersialisasikan hasil riset dan inovasi
Baca juga: Empat ilmuwan dan satu mantan wakil menteri terima Habibie Award


"Kita siapkan fondasinya. Dengan BRIN, kami dukung bapak ibu sekalian kita mulai mengubah mindset bagi Indonesia dari efficiency based economy menjadi innovation-based economy," ujarnya.

Dia mengatakan dari perjalanan dalam sejumlah pekan mengunjungi lembaga pemerintah non kementerian di bawah Kementerian Riset dan Teknologi seperti LIPI, BPPT dan Batan, maka dia menemukan sejumlah tantangan yakni belum terfokusnya upaya riset dan inovasi dan belum ada model jelas untuk menghilirkan invensi dan inovasi menjadi produk komersial.

Kemudian, begitu banyaknya inisiatif tidak terstruktur sehingga banyak kegiatan riset tumpang tindih karena beberapa lembaga riset mengerjakan topik penelitian yang sama seperti  BPPT dan Batan sama-sama mengeroyok penelitian tentang padi tapi bekerja masing-masing.

"Kita ingin supaya setiap lembaga punya spesialisasi dan kalaupun ada pihak lain tertarik lebih baik dilakukan sinergi," ujarnya.

Menurut Menristek Bambang, peneliti juga memiliki ego sendiri-sendiri yang kadang-kadang tidak mudah dikelola. "Kita perlu dorong sinergi antara peneliti agar tidak sendiri-sendiri mengerjakannya," tuturnya.

Baca juga: DRN: sinergi riset Indonesia masih lemah
Baca juga: Menristek: Inovasi dan kewiraswastaan harus dilakukan bersama
Baca juga: Kemenristek fokus integrasi riset penelitian dan inovasi

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar