Padamkan kebakaran hutan Gunung Rinjani, ratusan personel diterjunkan

id BTNGR,Gunung RInjani,Lombok,Kebakaran Hutan

Para personel gabungan menyemprotkan air untuk memadamkan api di kawasan hutan Gunung Rinjani, Pulau Lombok, NTB, Senin (21/10/2019). ANTARA/HO/BTNGR/Awaludin.

Mataram (ANTARA) - Sebanyak 245 personel gabungan dari berbagai unsur dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar kawasan hutan Gunung Rinjani, di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang terjadi sejak Sabtu (19/10/2019), hingga Senin.

"Semua tim masih melakukan pemadaman dan lokalisir kebakaran hutan karena api masih menyala hingga saat ini," kata Pelaksana harian Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Dwi Pangestu, ketika dihubungi ANTARA dari Mataram, Senin malam.

Ia menyebutkan ratusan personel gabungan yang melakukan upaya pemadaman api hingga hari ketiga berasal dari petugas BTNGR, TNI-Polri, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), dan. Masyarakat Peduli Api (MPA).

Mereka menyebar memadamkan api yang membakar kawasan hutan di wilayah kerja BTNGR Seksi Pengelolaan Wilayah I di Kabupaten Lombok Utara, meliputi Pos III jalur pendakian Senaru wilayah kerja Resort Senaru.

Selain itu, di Sampurarung-Marung Meniris wilayah kerja Resort Anyar, dan Gunung Malang wilayah kerja Resort Santong.

Ia menjelaskan kebakaran hutan juga terjadi di wilayah kerja BTNGR Seksi Pengelolaan Wilayah II di Kabupaten Lombok Timur, meliputi Plawangan Sembalun, Pos II-Pos I, dan Jempong Borok wilayah kerja Resort Sembalun. Selain itu, di Dijarankukus, Timbaturis, Gunung Sambil, wilayah kerja Resort Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.

Dwi menambahkan sebanyak 245 personel gabungan tersebut terbagi menjadi enam tim, yakni Tim Senaru yang beranggotakan sebanyak 142 orang. Mereka terdiri atas anggota MMP-MPA sebanyak 10 orang, anggota Polda NTB 40 orang, anggota Polres Lombok Utara 20 orang, anggota TNI 30 orang, anggota Brimob 27 orang, petugas BTNGR delapan orang, dan anggota Asosiasi Trekking Organizer (TO) Senaru lima orang.

Ada juga Tim Anyar yang terdiri atas 10 orang MMP/MPA, dua orang petugas BTNGR. Selain itu, Tim Santong terdiri atas 10 orang anggota MMP/MPA, dan empat orang petugas BTNGR. Sementara Tim Timbanuh terdiri atas dua petugas BTNGR, dan sembilan anggota MPA Timbanuh.

Sementara Tim Sembalun sebanyak 18 orang terdiri atas 10 orang MPA, satu anggota TNI (Koramil Sembalun), satu anggota Polsek Sembalun, tiga orang PHL Resort Sembalun, dan tiga orang Aparatur Sipil Negara Resort Sembalun.

Tim Aikmel yang beranggotakan sebanyak 15 orang terdiri atas satu orang petugas BTNGR, dua anggota Polsek Aikmel, dua anggota MMP Resort Aikmel, dan anggota MPA sebanyak 10 orang.

"Seluruh tim bergerak melakukan upaya pemadaman api secara terpadu mulai pukul 06.00 WITA. Dan hingga Senin malam masih berada di atas pegunungan karena api masih menyala," katanya.

Ia mengatakan personel gabungan melakukan upaya pemadaman api secara manual menggunakan peralatan seadanya, seperti penyemprot air (jet shooter), parang, dan cangkul. Mereka mengangkut air menggunakan jerigen dari sungai menuju ke lokasi kebakaran.

Api masih membakar rumput dan alang-alang, semak, perdu dan dedaunan yang sudah mengering karena cuaca panas.

Pantauan titik api (hotspot) dari aplikasi Lapan Fire Hotspot pada 21 Oktober 2019, jumlah hotspot di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani mengalami penurunan dari 36 titik menjadi 15 titik. Dan arah sebaran kebakaran menuju barat selatan Gunung Rinjani.

Adapun perkiraan luas kebakaran hutan di wilayah kerja BTNGR Seksi Pengelolaan Wilayah I di Kabupaten Lombok Utara, dan wilayah kerja Seksi Pengelolaan Wilayah II di Kabupaten Lombok Timur, mencapai 4.002,46 hektare. Angka tersebut berdasarkan sumber data dari Sentinel-2 L1C L2A sejak Sabtu (19/10/2019), hingga Senin

Informasi sementara, katanya, api di seputaran Sampurarung hingga Marungmeniris sudah padam. Berdasarkan pengamatan tim, di sebelah timur (Marung Menjangkar) terdapat dua titik api, dan di Gunung Sangkareang tiga titik api yang sudah mulai mengecil, sedangkan di wilayah barat (Meres Sekandel) terlihat satu titik api.

"Di saat yang sama, juga terjadi tebing longsor di seputaran Tumpasan Lokok Mentanjo," demikian Dwi Pangestu.

Baca juga: Dinkes imbau warga gunakan kacamata hindari debu kebakaran Rinjani

Baca juga: TN Gunung Rinjani: Para pendaki aman ketika hutan terbakar

Baca juga: Kebakaran hutan Gunung Rinjani Lombok meluas

Baca juga: Debu kebakaran Gunung Rinjani sampai Kota Mataram

Pewarta : Awaludin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar