Dua perusahaan Vietnam dapat penghargaan Primaduta dari Indonesia

id Penghargaan Primaduta,Indonesia-Vietnam,perusahaan Vietnam,Trade Expo Indonesia,TEI 2019,Dubes Ibnu Hadi

Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi (kiri) mewakili dua perusahaan Vietnam menerima penghargaan Primaduta pada kegiatan Trade Expo Indonesia 2019 di Serpong, Banten, Rabu (16/10/2019). ANTARA/HO KBRI Hanoi/am.

Jakarta (ANTARA) - Dua perusahaan Vietnam, Toyota Motor Vietnam dan Vietnam Suzuki Corporation, mendapatkan penghargaan Primaduta dari pemerintah Indonesia karena dinilai memiliki loyalitas dan komitmen dalam membeli produk Indonesia.

Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi mewakili kedua perusahaan Vietnam itu menerima penghargaan Primaduta yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada saat pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) 2019, menurut keterangan KBRI Hanoi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kedua perusahaan importir Vietnam itu mendapatkan penghargaan untuk kategori Kelompok Pasar Utama: Produk Manufaktur/Industri dengan jenis produk yang diimpor adalah Automotive and Parts (Totoya Motors Vietnam) dan Rubber Mat (Vietnam Suzuki Corp).

Penghargaan Primaduta 2019 diberikan kepada 45 perusahaan dari 31 negara. Dubes Ibnu Hadi menyambut gembira dengan diperolehnya penghargaan Primaduta 2019 yang merupakan pertama kalinya untuk perusahaan Vietnam.

"Penghargaan ini merupakan sebuah capaian baru dalam hubungan bilateral RI–Vietnam yang tidak terlepas dari upaya kerja sama yang baik antara importir Vietnam dan eksportir produk Indonesia yang difasilitasi KBRI Hanoi," ujar dia.

Nilai perdagangan bilateral Indonesia–Vietnam terus meningkat setiap tahun dengan surplus di pihak Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Pada 2018, nilai perdagangan kedua negara meningkat sekitar 30 persen menjadi 8,46 miliar dolar AS dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,5 miliar dolar AS.

Berdasarkan data General Statistics Office of Vietnam, pada periode Januari–September 2019, total perdagangan Indonesia–Vietnam telah mencapai 6,5 miliar dolar AS atau naik 8,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai 6 miliar dolar AS.

Untuk meningkatkan nilai perdagangan RI-Vietnam dan mencapai target nilai perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar AS pada 2020, KBRI Hanoi pada tahun ini memfasilitasi perwakilan dari 29 perusahaan Vietnam untuk menghadiri Trade Expo Indonesia 2019 yang berlangsung pada 16-20 Oktober 2019.

Ke-29 perusahaan tersebut, di antaranya bergerak di sektor perikanan, pertanian, farmasi, manufaktur dan industri, garmen dan perabotan.

Komoditas ekspor andalan RI ke Vietnam antara lain adalah kendaraan dan bagiannya, batu bara, mesin/peralatan listrik, lemak dan minyak nabati dan kertas.

Dubes Ibnu Hadi mengungkapkan bahwa permintaan informasi komoditas nusantara dan peluang bisnis Indonesia ke Vietnam terus meningkat dari hari ke hari, dan hal itu merupakan kesempatan baik bagi Indonesia untuk memasarkan produknya ke Vietnam.

"Dengan tren positif ini, kami optimis bahwa nilai perdagangan bilateral melebihi 10 milia dolar AS pada 2020" ungkapnya.

Baca juga: APP Sinar Mas kembali raih penghargaan Primaniyarta
Baca juga: Ekspor kertas ke 70 negara, Riau Andalan raih Primaniyarta Awards

Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar