Revitalisasi Taman di Jakarta prioritaskan penyandang disabilitas

id Taman kota,Jakarta

Petugas Dinas Kehutanan DKI Jakarta melakukan penataan taman di sekitar instalasi batu beronjong (gabion) di bilangan Jalan MH Thamrin (Bundaran HI), Jakarta, Kamis (22/8/2019). Instalasi Gabion ini memiliki anggaran Rp150 juta ini dimaksudkan sebagai pengurang polusi dan pengganti instalasi Getah Getih yang sebelumnya berdiri di tempat yang sama sebagai hiasan kota. ANTARA/Ricky Prayoga/pri

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI  Jakarta memprioritaskan taman agar dapat diakses oleh semua masyarakat terutama penyandang disabilitas.

Contohnya, Taman Grande, selain untuk transit, juga mendukung untuk Ruang Terbuka Hijau, TH , penuh sarana bermain, termasuk dapat diakses siapa pun termasuk penyandang disabilitas, kata Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Selain itu, juga Taman Puring dan Taman Mataram yang keduanya berlokasi di Jakarta Selatan.

Baca juga: Taman Kota di Jakarta kini jadi tempat kesetaraan masyarakat

Dikatakan juga, selain sebagai tempat transit yang nyaman bagi pejalan kaki, Taman Grande nantinya tetap difungsikan menjadi lahan retensi air.

Revitalisasi kedua taman yang dimulai pada 16 Agustus 2019 itu ditargetkan akan selesai pada akhir Desember tahun ini bersamaan dengan pembangunan Taman Kota bernama Taman Maju Bersama yang dibangun di 53 titik di Ibu Kota Jakarta.

Selain melakukan pembangunan taman kota dan Taman Grande, pihaknya juga merencanakan penambahan 200 taman dengan dua juta tanaman hingga 2021.

Baca juga: Pakar: Optimalkan RTH di 13 tepi bantaran kali Jakarta

Hingga September 2019, Dinas Kehutanan DKI Jakarta telah menanam 339.590 tanaman hias, dan penanaman pohon sebanyak 6.787 pohon di taman- taman kota yang sudah terbangun dari target 500.000 pohon dan 1.500.000 tanaman hias.

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar