Kapolda Kalbar ajak mahasiswa jaga destinasi wisata alam

id Kapolda kalbar,Kerukunan,Keberagaman,Destinasi wisata

Kapolda Kalimantan Barat Irjen (Pol) Didi Haryono mengajak mahasiswa Kalbar untuk menjaga dan merawat destinasi wisata alam karena hal itu merupakan salah satu upaya dalam menjaga harmonisasi dan kedamaian serta keberagaman di Bumi Khatulistiwa. (ANTARA/Samiyah)

Pontianak (ANTARA) - Kapolda Kalimantan Barat Irjen (Pol) Didi Haryono mengajak mahasiswa Kalbar untuk menjaga dan merawat destinasi wisata alam karena hal itu merupakan salah satu upaya dalam menjaga harmonisasi dan kedamaian serta keberagaman di Bumi Khatulistiwa.

"Adek-adek mahasiswa jaga wisata kita ini, supaya Kalbar menjadi daerah tujuan pariwisata, sehingga berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat, dan kami jajaran TNI Polri pasti mengamankan itu semua, inilah yang harus kita jaga dengan merajut kebersamaan dalam bingkai keharmonisan," kata Didi Haryono di Pontianak, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa Kalbar memiliki 230 destinasi wisata dengan 34 wisata yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

"Dari 230 destinasi wisata alam itu sudah ada 34 yang sudah kita poles dan paling sering dikunjungi oleh wisatawan, dan mahasiswa harus mengetahuinya bahwa Bengkayang merupakan daerah yang paling banyak memiliki destinasi wisata, misalnya seperti negeri di atas awan, Pulau Lumukutan dan masih banyak lagi," kata dia.

Ia menambahkan, bahwa mahasiswa memiliki peran dalam hal mengawasi terwujudnya harmonisasi masyarakat Kalbar.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak, Aswandi mengatakan, kunci bahwa sebuah negara maju dan negara berkembang adalah, masyarakatnya merasa nyaman dalam keberagaman.

"Indonesia adalah negara Bhinneka Tunggal Ika oleh karenanya kita harus bisa menciptakan rasa nyaman itu dalam keberagaman saat ini," katanya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor Untan Pontianak, mengajak para mahasiswa untuk ikut dan terus mengkampanyekan keharmonisan masyarakat Kalbar, meskipun beragam, baik itu suku, etnis dan agama.
 

Pewarta : Andilala dan Samiyah
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar