LSM apresiasi KKP fokus benahi data tangkapan nelayan

id kkp,data tangkapan nelayan

Arsip Foto - Nelayan membongkar hasil tangkapan ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Koetaradja, Desa Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Selasa (24/9/2019). ANTARA FOTO/Ampelsa/aww.

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Swadaya Masyarakat Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang selama ini fokus untuk membenahi data tangkapan nelayan, yang diharapkan ke depannya akan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan kecil dan tradisional.

"Fokus KKP untuk mendata tangkapan nelayan kecil merupakan inisiatif yang baik untuk memperbaiki data perikanan," kata Koordinator Nasional DFW Indonesia, Moh Abdi Suhufan, di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, inisiatif semacam itu perlu untuk mendapatkan dukungan sepenuhnya baik dari pemerintah maupun dinas perikanan yang ada di berbagai daerah.

Baca juga: Sulbar latih 1.000 nelayan tingkatkan kualitas tangkapan ikan tuna

Hal tersebut, lanjutnya, adalah agar mereka juga dapat mengambil peran dalam melakukan pendataan dengan memanfaatkan platform e-logbook yang selama ini sudah dikembangkan KKP.

Ia berpendapat bahwa aplikasi e-logbook tersebut lebih mudah karena dapat digunakan dengan hanya berbasis android.

"Nelayan atau nakhoda hanya perlu menyediakan HP untuk menggunakan aplikasi ini sepanjang melakukan kegiatan penangkapan ikan. Ini lebih praktis daripada menggunakan kertas," katanya.

Baca juga: Pengamat: Produksi tangkapan ikan banyak tak tercatat

Sebagaimana diketahui, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP pada tahun 2019 ini menargetkan ada sekitar 1.000 kapal yang akan menggunakan e-logbook.

Plt Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan KKP Syahril Abdurrahman mengemukakan pihaknya juga bekerja sama antara lain dengan FAO.

"Melalui bantuan dan fasilitasi FAO, kami akan menyasar nelayan skala kecil untuk menggunakan aplikasi e-logbook," katanya.

Syahril memaparkan sesuai regulasi bahwa kapal yang wajib logbook adalah kapal berukuran 5 GT (gross tonnage) ke atas, maka dinilai perlu ada sosialisasi ke nelayan kecil untuk menggunakan aplikasi e-logbook dalam pelaporan hasil tangkapan.

Baca juga: KKP: Rp36 triliun hasil tangkapan ikan tidak dilaporkan

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengapresiasi berbagai kebijakan dan kinerja yang ditunjukkan oleh sektor perikanan nasional, terutama mengingat kondisi ekonomi dunia masih mengalami ketidakpastian global.

Menko Maritim juga menyebutkan bahwa sektor perikanan merupakan salah satu penyumbang terbesar PDB nasional.

"Potensi kelautan yang kita miliki sampai 1,2 triliun dolar per tahun, yang potensinya itu belum dieksploitasi secara maksimal," katanya.

Luhut juga mengapresiasi berbagai program terkait sektor perikanan seperti Satu Juta Nelayan Berdaulat, digitalisasi dalam sektor perikanan, dan penindakan kapal penangkap ikan ilegal.

Baca juga: Ini nilai kerugian akibat penangkapan ikan ilegal

Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar