Fraksi NasDem optimistis peroleh kursi pimpinan komisi DPR

id Fraksi Partai NasDem

Wakil Ketua DPR M Aziz Syamsuddin (kanan) berbincang dengan Anggota DPR fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (kedua kiri) dan Teuku Riefky Harsya (kedua kanan) serta Anggota DPR fraksi Partai NasDem Saan Mustopa (kiri) sebelum rapat dengan pimpinan fraksi - fraksi DPR di ruang Komisi VII, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (4/10/2019). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI M. Ali mengatakan jika pembagian kursi pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan dilakukan secara proporsional perolehan suara partai, maka fraksinya akan memperoleh dua kursi ketua dan tujuh kursi wakil ketua.

"Kalau mau pembagian proporsional secara terbuka, ayo semua duduk bersama-sama, hitung-hitungannya Fraksi NasDem memperoleh dua ketua dan tujuh wakil ketua komisi," kata M. Ali di Jakarta, Jumat.

Baca juga: DPR sepakati 11 komisi

Dia juga mengatakan partainya sebagai partai pendukung pemerintah maka ingin mengawal program-program pemerintah salah satunya bidang infrastruktur.

Oleh karena itu, menurut dia, Fraksi NasDem DPR RI berkepentingan menduduki kursi ketua Komisi V DPR yang salah satunya membidangi infrastruktur.

Baca juga: Ketua DPR: Alat kelengkapan dewan disusun secara proporsional

"Selain itu, sekarang yang sedang ramai adalah masalah mineral dan batu bara, lingkungan yang menjadi sorotan dunia. NasDem berkeinginan untuk berkontribusi sehingga saya berharap NasDem bisa di Komisi VII," ujarnya.

Selain itu, menurut dia, idealnya persoalan AKD diatur secara proporsional, sehingga Fraksi PDIP sebagai pemenang Pemilu 2019, akan lebih banyak memperoleh kursi pimpinan AKD.

Baca juga: Puan tidak ingin kisruh alat kelengkapan dewan terjadi kembali

Dia menjelaskan prinsip proporsional yaitu berdasarkan perolehan kursi parpol di Pemilu 2019 dan sesama fraksi di DPR sebaiknya tidak ada oposisi karena dalam satu rumah punya tanggung jawab dan cita-cita untuk mewujudkan visi DPR.

Dia mengatakan, Fraksi NasDem melihat tidak perlu ada pengelompokan partai pemerintah dan non-pemerintah, karena sejatinya di DPR tidak ada oposisi, namun yang ada adalah antara partai politik dan pemerintah.

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar