Muhammadiyah Lebak : Pengamanan pejabat negara perlu dievaluasi

id Muhammadiyah lebak,wiranto,aksi penusukan,menko polhukam

Ketua Muhammadiyah Kabupaten Lebak Bunyamin Taufik mengatakan pengamanan pejabat negara perlu dievaluasi sehubungan terjadi aksi penusukan terhadap Menteri Polhukam Wiranto di Alun-alun Menes, Pandeglang, Kamis. (ANTARA)

Lebak (ANTARA) - Ketua Muhammadiyah Kabupaten Lebak Bunyamin Taufik mengatakan pengamanan pejabat negara perlu dievaluasi sehubungan terjadi aksi penusukan terhadap Menteri Polhukam Wiranto di Alun-alun Menes, Pandeglang, Kamis.

"Kami merasa prihatin penusukan itu dan semoga Pak Wiranto kembali pulih," kata Bunyamin Taufik di Lebak, Sabtu.

Kejadian penusukan yang dilakukan suami isteri terhadap Menko Polhukam itu akibat lemahnya pengamanan.

Baca juga: Presiden perintahkan pengamanan tambahan bagi pejabat negara
Baca juga: PB Mathla'ul Anwar kutuk penusukan terhadap Wiranto


Pihaknya tidak begitu mengetahui bagaimana standar operasional prosedur (SOP) pengamanan pejabat negeri atau menteri.

Sebab, kejadian yang menimpa Pak Wiranto itu sangat fatal, bahkan korbannya juga terdapat Kapolsek Menes.

Karena itu, buruknya pengamanan pejabat itu menjadikan catatan dan evaluasi, sehingga ke depan tidak terulang kembali pejabat menjadi korban kekerasan lainnya.

"Kami menilai kejadian ini menjadikan pelajaran," katanya menjelaskan.

Menurut dia, pelaku penusukan Wiranto itu harus ditindak tegas juga diproses secara hukum.

Lihat juga: Kronologi penusukan Menkopolhukam

Sebab, mereka itu melakukan kesalahan besar untuk melukai hingga membunuh pejabat negara.

Selain itu juga pihak keamanan jika ada pejabat negara ke daerah maka penjagaan lebih diperketat.

"Kasus penusukan itu tentu merusak Banten yang masyarakat sangat relegius dan cinta damai," katanya.

Sebelumnya Kepala Kepolisian Banten Irjen Tomsi Tohir mengatakan pengamanan Menko Polhukam Wiranto itu sesuai dengan SOP.

Pihak aparat kepolisian sudah menjaga lokasi dan masyarakat tidak begitu dekat dengan Wiranto.

"Masyarakat itu mundur dan jika melihat video beredar tidak banyak anak-anak,namun pelaku masuk dan menyerang, pada saat itu ada ajudan beliau," katanya.

Baca juga: Orang tua Fitria Diana tak curiga anaknya berlatih memanah
Baca juga: Penusukan Wiranto dicurigai rekayasa, Tedjo Edhy:jangan melebar kesana

 

Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar