Turis Rusia meninggal dunia di Pantai Seminyak Bali

id Turis Rusia, meninggal, diduga terseret arus, Pantai Seminyak, Bali

Ilustrasi - Meninggal dunia. (Istimewa)

Denpasar (ANTARA) - Turis asal Rusia bernama Alekseev Yuri (44) meninggal dunia diduga karena kelelahan saat bermain bogi board di Pantai Seminyak, Badung, Bali.

"Menurut keterangan saksi, kalau korban ini kelelahan, dan apakah ada riwayat penyakit jantung, ya saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut lagi di Rumah Sakit Siloam, Kuta," kata Kasat Pol Air, Polresta Denpasar I Wayan Kusuma Jaya, ketika dikonfirmasi via telepon, Jumat.

Wayan Kusuma mengatakan korban meninggal pada Kamis (10/10) karena diduga saat bermain bogi board terseret arus dan kelelahan.

Saat itu, korban bersama keluarganya sedang berlibur di Pantai Seminyak, Bali. Korban bersama keluarga bermain bogi board hingga menuju pinggir pantai.

Baca juga: Turis Rusia menyerbu Bali

"Saat korban ini menuju pinggir pantai, lalu dilihat oleh lifeguard hotel, pas itu korban menggunakan celana pendek warna hitam, dan kelihatan lemas, terus korban ini dipapah menuju tempat duduk panjang sama lifeguard nya," jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa setelah dipapah dan saat duduk tiba-tiba korban pingsan. Saat dicek, denyut jantung korban masih berdenyut, sehingga oleh petugas langsung dibawa menuju RS Siloam, namun beberapa waktu kemudian korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter bersama tim medis.

Baca juga: Rusia akan tawarkan perjalanan ke luar angkasa bagi turis

Baca juga: Badan SAR Nasional cari turis Rusia terseret arus

"Untuk selanjutnya, ya nanti kan kita menyerahkan ke rumah sakit apa akan langsung dipulangkan atau gimana," katanya.

Pihaknya juga mengimbau agar para wisatawan asing maupun domestik agar mentaati aturan berupa plang dan tulisan yang telah terpasang di sekitar area pantai.

"Ya jadi taati aturan yang sudah terpasang, kalau dipasang bendera merah, jadi harus tetap diperhatikan, kemudian ada tulisannya juga ada juga harus ditaati," jelas Wayan Kusuma.


Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar