Tujuh titik panas di Jabar terdeteksi BMKG

id hotspot, jabar, bpbd, kebakaran hutan dan lahan,BMKG Stasiun Meteorologi Majalengka

Foto aerial pascakebakaran lahan milik Perum Perhutani Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Banjar Utara yang ditanami pohon kayu jati di Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (17/9/2019). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyatakan peristiwa bencana alam yang terjadi selama Agustus 2019 di wilayah Jabar didominasi oleh kebakaran hutan sebanyak 55 kasus kebakaran hutan yang terjadi dipicu kekeringan pada musim kemarau. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/aww.

Bandung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menyatakan berdasarkan data dari BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Majalengka, terdapat tujuh hotspot (titik panas) di Provinsi Jawa Barat.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Jawa Barat Budi Budiman Wahyu, di Bandung, Selasa mengatakan berdasarkan pantauan sensor modis data hingga Selasa pagi pukul 06.00 WIB, BMKG mendeteksi ada tujuh titik hotspot yang terpantau di sejumlah wilayah Jawa Barat.

Dia mengatakan hotspot tersebut pertama terpantau ada di Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung sebanyak dua titik panas.

"Kemudian hotspot juga terpantau ada di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang sebanyak satu titik panas," katanya.

Selain itu, titik panas juga terpantau ada di Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka sebanyak satu titik panas.

Kebakaran di lereng Gunung Ciremai diperkirakan 50 ha


Di samping itu, juga terpantau ada di Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta sebanyak satu titik panas.

BMKG juga mendeteksi hotspot terpantau ada di Kecamatan Lengkong dan Simpenan, Kabupaten Sukabumi sebanyak dua titik panas, demikian Budi Budiman Wahyu.

Baca juga: Selama Agustus, kebakaran hutan dominasi bencana alam di Jabar

Baca juga: BPBD Jabar sebutkan kebakaran lahan di Bandung capai 226 hektare

Baca juga: 144 hektare kawasan TN Gunung Ciremai hangus terbakar

 

Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar