Rektor UT : Inovasi dalam pembelajaran dibutuhkan

id rektor universitas terbuka,prof ojat darojat,pertemuan forum FKIP indonesia,inovasi yang diperlukan dalam pembelajaran,inovasi pembelajaran

Ketua Forum Komunikasi FKIP Indonesia, Prof Soefendi, dan Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat (kanan). (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat mengatakan inovasi dalam pembelajaran di kelas sangat dibutuhkan dan ditunggu para guru di Tanah Air.

"Cara-cara lama di dalam kelas seperti ceramah di dalam kelas sudah mulai ditinggalkan atau bergeser, dan sekarang bisa memenuhi kebutuhan siswa lagi," ujar Ojat saat membuka Forum Komunikasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) se-Indonesia di Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Banten, Jumat.

Ojat menambahkan saat ini pembelajaran di kelas tidak lagi terpusat pada guru, melainkan pada siswa. Saat ini, sebanyak 2,7 juta guru di Tanah Air menunggu inovasi yang dilakukan mahasiswa maupun dosen FKIP yang ada di perguruan tinggi.

"Melalui forum komunikasi ini, kami berharap akan lahir inovasi yang dihasilkan melalui dialog-dialog intelektual dalam membantu program pemerintah. Para akademisi bisa berbagi pengalaman dalam menciptakan inovasi-inovasi baru terkait pendidikan," kata Ojat.

Saat ini, lanjut Ojat, kita sedang memasuki satu tahapan baru dalam berbagai aspek kehidupan termasuk pendidikan, yang mana harus berupaya untuk mengintegrasikan kemajuan yang dicapai dalam bidang proses pembelajaran.

"Kita juga melihat bahwa ada tren yang mana calon mahasiswa sudah terbiasa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan pemanfaatan gawai dan belajar secara daring."

Dengan kata lain, diperlukan cara-cara baru dalam pembelajaran sehingga siswa dapat belajar lebih fleksibel, dimana saja dan kapan saja.

Ketua Forum Komunikasi FKIP Indonesia, Prof Soefendi, mengatakan sejumlah permasalahan akan dibahas dalam forum tersebut. Dalam waktu dekat, akan ada penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Mandiri.

"Itu yang akan menjadi fokus kita PPG Mandiri. Kemudian mengenai lembaga akreditasi mandiri kependidikan, karena ini sedang dibahas di pusat dan sekarang diproses di Kemenkumham," kata Soefendi.

Soefendi mengatakan pertemuan tersebut merupakan wadah untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang ada di FKIP. Hal itu dikarenakan forum komunikasi itu menaungi seluruh FKIP yang ada di perguruan tinggi di Tanah Air.

 

Pewarta : Indriani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar