Dekranasda dorong peningkatan mutu dan perluasan pemasaran kerajinan

id #Dekranasda NTB,#Dorong Peningkatan Mutu ,#Perluasan Pemasaran Kerajinan,#Kerajinan NTB,#Tenun Sasak,#Tenun Bima,#Ketua Dekranasda NTB,#Hj. Niken Sapt

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah. ANTARA/Nur Imansyah.

Mataram (ANTARA) - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Barat, Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mendorong semua pihak membantu pengembangan produksi dan perluasan pemasaran hasil kerajinan rakyat, sehingga dapat mengangkat kesejahteraan para perajin yang menjadi penopang perekonomian daerah.

"Harus dipromosikan dan dipasarkan hingga ke dunia internasional," ujar Niken saat memimpin Rapat Koordinasi Dekranasda NTB di Mataram, Kamis.

Ketua Tim Penggerak PKK NTB ini juga menegaskan NTB memiliki keragaman budaya dan hasil industri kerajinan rakyat yang sangat besar yang perlu terus ditingkatkan mutu dan jumlah produksinya serta pangsa pasarnya.

Baca juga: Mufidah Jusuf Kalla resmikan Balai Kriya Dekranasda NTB

Karena itu, tugas Dekranasda, adalah memajukan kerajinan daerah. Melalui berbagai program pembinaan dan fasilitasi perajin, mulai dari proses produksi, pelestarian karakteristik dan peningkatan mutu serta pemassalan produk hingga memfasilitasi akses modal, keterampilan, pangsa pasar dan pengembangannya.

Niken menjelaskan bahwa produk-produk tenun dari NTB telah diakui secara nasional karena memiliki beragam motif atau corak, warna dan kualitas yang sangat baik. Terutama kain tenun khas Sasak dan juga kain tenun Bima. Kedua kain tenun itu sudah dikenal secara nasional dan diminati oleh pecinta tenun.

"Tinggal diproduksi secara massal dan marketingnya ditingkatkan atau diperluas," ujarnya.

Niken mengaku bersama jajarannya mulai menjajaki peluang kerja sama pemasaran dengan sejumlah perusahaan. Serta memperkenalkan dan memasarkan tenun NTB dan produk kriya lainnya seperti ketak, mutiara dan lain-lain ke mancanegara. Di antaranya Malaysia, Singapura, dan Darwin, Australia.

"Alhamdulillah mendapat respons positif dari buyer," ucapnya.

Baca juga: Kerajinan ketak Lombok tembus Eropa-Jepang

Oleh karena itu, program Dekranasda 5 tahun kedepan, menurut Niken adalah terus mendorong peningkatan mutu dan jumlah produk kerajinan rakyat di NTB, sekaligus perluasan marketingnya. Dekranasda NTB juga telah menetapkan program untuk menjadikan NTB sebagai etalase ikon industri fesyen, pusat busana muslim bercirikan khas daerah. Sehingga produk-produk kerajinan tersebut harus disiapkan.

Ia menambahkan, di tahun 2020 nanti, NTB akan menjadi tuan rumah pameran kria/kerajinan nasional dan berlanjut di tahun 2021, NTB juga ditunjuk menjadi tuan rumah pada ajang Inacraf di Jakarta. Kedua ajang tersebut, menurut Niken, merupakan wadah promosi sekaligus momen untuk memasarkan berbagai hasil industri kerajinan NTB pada pangsa pasar yang lebih luas.

Oleh karena itu, pada rapat koordinasi tersebut Niken meminta masukan dan saran-saran dari seluruh stakeholder terkait. Di antaranya dari BPBD, ITDC, OJK, PT. Aman Mineral, juga Bank Indonesia yang sangat perhatian dalam pembinaan industri kerajinan tenun.

Baca juga: Menganyam ketak peninggalan nenek moyang masyarakat Lombok

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Anita Achmad mengusulkan agar diadakan lomba desainer dalam rangka menjaring bibit-bibit desainer lokal yang potensinya cukup besar. Sehingga ke depan NTB tidak selalu tergantung pada desainer asing.

Ia menyebutkan anak-anak muda NTB tidak kalah kreatif dan inovasinya. Hanya saja mereka perlu diberi kesempatan dan ruang untuk berkreasi, ujarnya. Apalagi di NTB terdapat sejumlah lembaga pendidikan seperti SMK Tata Busana, juga pendidikan vokasi lainnya, mereka perlu dukungan dan ruang untuk tampil.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Saswadi mengungkapkan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap program Dekranasda NTB untuk memperluas pemasaran hasil kerajinan NTB. Saswadi berharap produk kerajinan NTB segera bisa masuk ke mal dan pasar modern lainnya dan tidak hanya dipasarkan terbatas.

"Di Smesco penjualan hasil kerajinan NTB masuk 5 besar penjualan terbesar di antara 34 provinsi se-Indonesia. Karenanya untuk mendukung perluasan pemasaran tersebut, perlu diawali dengan penyediaan jumlah atau pemassalan produk," katanya.

Baca juga: Ketua Dekranasda NTB raih penghargaan pembina dekranasda terbaik
 

Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar